Sabtu , 23 September 2017
Home / HALAL / 12 Negara Ikuti Training Auditor Halal LPPOM MUI
Wakil Direktur LPPOM MUI Muti Arintawati saat memberikan materi dalam training auditor halal di Bogor. [foto: halalmui.org]

12 Negara Ikuti Training Auditor Halal LPPOM MUI

Bogor (PIKIRAN UMAT) – Lembaga Pengkajian Pangan Obat-obatan dan Kosmetika (LPPOM) MUI kembali menyelenggarakan training internasional bagi para auditor dari lembaga-lembaga sertifikasi halal mancanegara. ,Kegiatan yang merupakan rangkaian dari ajang tahunan Pemeran Halal INDHEX 2016, ini digelar di Bogor, 14-23 Oktober 2016.

Peserta pelatihan Sistem Jaminan Halal (SJH) ini diikuti oleh 16 peserta dari 12 negara seperti Amerika Serikat, Jepang, Thailand, Malaysia, Eropa, Australia, Inggris, Filipina, Spanyol, dan India.

Kepala Bidang Pelatihan dan Sertifikasi Personal LPPOM MUI Nur Wahid menyampaikan, agenda rutin tahunan LPPOM MUI ini berisi penggabungan dua aspek yang tak dapat dipisahkan satu sama lainnya dalam dunia halal yaitu aspek syariah atau fiqih dan juga aspek sains oleh para pakar sains.

”Para auditor dari mancanegara tersebut, kita latih agar standar pemeriksaan halal di lembaga mereka sama baik dari segi fiqih maupun segi teknik harus mengacu pada standar yang ditetapkan oleh LPPOM MUI,” ujar Nur Wahid di temui sela-sela International Training for Auditors of Halal Certifying Bodies di Royal Padjajaran Hotel, Bogor, Jumat (14/10/2016) lalu.

Wahid menjelaskan, bahwa training untuk memfasilitasi para auditor lembaga-lembaga sertifikasi halal mancanegara agar memperoleh pengetahuan dasar tentang proses sertifikasi halal dan audit halal sesuai dengan Sistem Jaminan Halal (Halal Assurance System) HAS 23000 yang telah disusun dan ditetapkan oleh LPPOM MUI.

”Tujuan training ini untuk melakukan standarlisasi sertifikasi halal Indonesia kepada lembaga-lembaga halal di luar negeri. Misalnya, Australia dengan daging sapinya yang diimpor ke Indonesia. Nah, hasil auditnya itu harus sama dengan standar kita. Jadi mengacu standar HAS 23000,” ujarnya.

Wakil Direktur LPPOM MUI Muti Arintawati menambahkan, untuk menjadi auditor halal yang baik, peserta training harus memiliki pengetahuan dan ketrampilan dalam melakukan audit halal.

Untuk mendapat pengakuan dari MUI, sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan. Yaitu bahwa Lembaga Sertifikasi Halal yang diakui oleh MUI harus memiliki Standar Operating Procedures (SOP, Prosedur Operasional atau Kerja Standar).

”SOP, paling tidak, harus memiliki ketentuan atau prosedur pendaftaran, administrasi dan pemeriksaan atau audit halal ke pabrik (proses produksi), laporan audit, dan rapat komisi fatwa untuk menetapkan fatwa,” papar Muti.

Pengetahuan dasar yang harus dimiliki seorang audit menurut Muti, adalah kebijakan dan prodesur sertifikasi, kreteria dalam sertifikasi halal, pengetahuan dan ketrampilan identifikasi titik kritis bahan (hewan, nabati, mikrobial dan bahan lainnya), pengetahuan SJH, produser audit halal dan penilaian implementasi SJH/ [SR]

Baca Juga

Promo Wisata Halal Dongkrak Kunjungan Turis Asing ke Lombok

Mataram (PIKIRANUMAT) – Kunjungan wisatawan mancanegara di Nusa Tenggara Barat mengalami kenaikan hingga 65,5% atau …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *