Selasa , 16 Januari 2018
Home / BERITA / Heppy Trenggono: Sebegitu Mahalnyakah Seorang Ahok?
CEO PT United Balimuda Heppy Trenggono. [foto: zakir salmun]

Heppy Trenggono: Sebegitu Mahalnyakah Seorang Ahok?

Jakarta (PIKIRAN UMAT) – Centre of Study for Indonesian Leadership (CSIL), sebuah lembaga kajian kepemimpinan Islam, menggelar konsolidasi dan mudzakaran ulama dan pimpinan ormas Islam di Masjid Agung Al Azhar, Jakarta Selatan, Kamis (27/10/2016).

Bicara soal kepemimpinan di DKI Jakarta, CEO PT United Balimuda Heppy Trenggono, secara retoris mempertanyakan sebegitu mahalnyakah seorang Ahok, sehingga ia yang dipilih oleh Megawati dan PDIP yang selama ini dikenal sebagai partai wong cilik. Padahal, secara terang benderang semua orang tahu Ahok terlibat dalam skandal korupsi RS Sumber Waras.

“Tidak mungkin Mega tidak tahu, tidak mungkin PDIP tidak tahu. Padahal korupsi yang dilakukan Ahok terang benderang,” ungkap Hepy yang juga pegiat CSIL itu.

Heppy mengaku heran, mengapa untuk menangkap seorang Ahok terasa sulit sekali. Sementara orang lain, terbaru mantan Menteri Kesehatan Siti Fadillah Supari, begitu mudahnya ditangkap.

“Mengapa dibutuhkan ratusan ribu massa turun ke jalan supaya Ahok diperiksa. Sebegitu mahalkah Ahok?,” kata pendiri komunitas Indonesian Islamic Business Forum (IIBF) itu.

Pengusaha yang dikenal dengan program Gerakan Beli Indonesia ini menyebutkan, beking Ahok yang disebut sebagai sembilan naga adalah benar adanya. Jumlahnya malah lebih dari sembilan. Mereka bertujuan akan menguasai Indonesia.

Heppy bercerita, seorang pengusaha yang kini membantu Wapres JK disebut oleh seorang kawannya pernah presentasi di hadapan Partai Komunis China. Dalam pertemuan tersebut, pengusaha itu mengatakan, di Indonesia minoritas harus menguasai mayoritas. Tetapi mereka juga sadar, kekuatan yang mereka hadapi adalah umat Islam.

Terkait sikap tidak tegas Presiden Jokowi terhadap persoalan penistaan Alquran yang dilakukan Ahok, Heppy menyebut saat ini yang dihadapi polisi dan KPK bukanlah Ahok, tetapi Presiden. Alasannya, Jokowi-Ahok pernah memerintah bersama di DKI Jakarta. “Kita tidak tahu ada apa di antara mereka. Persoalan Ahok ini lebih besar dari yang kita lihat,” kata Heppy.

Karena itu, kata Heppy, perjuangan umat Islam harus menang. “Di akarta harus menang, tidak ada pilihan lain,” tandasnya. [SR]

Baca Juga

Marah Besar pada AS, Abbas: Sialan Uang Anda!

Ramallah (PIKIRANUMAT) – Presiden Otoritas Palestina Mahmoud Abbas mengatakan Israel telah membunuh Kesepakatan Oslo. Dia …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *