Home / EKONOMI SYARIAH / Baznas Bangun Ekonomi Berbasis Dana Zakat
Pasar Terapung {foto: Banjarmasin Info]

Baznas Bangun Ekonomi Berbasis Dana Zakat

Jakarta (PIKIRAN UMAT)-Badan Amil Zakat Nasional terus mengembangkan dan memperkuat berbagai model program ekonomi berbasis dana zakat untuk memberdayakan umat khususnya warga kurang mampu dan golongan mustahik (penerima zakat) lainnya.

“Melalui program ini, Badan Amil Zakat Nasional ingin membangun paradigma, jiwa dan mental sukses serta menanamkan nilai-nilai spiritual dan kaidah-kaidah syariah dalam bisnis,” kata anggota Baznas Nana Mintarti di Jakarta, Sabtu (29/10/2016).

Beberapa waktu lalu, menurut dia, pihaknya telah membangun tiga lembaga dalam kerangka program pemberdayaan ekonomi dalam waktu berdekatan, yaitu Sekolah Wirausaha (Sewira), LP4 (Lembaga Pusat Pengembangan Pertanian dan Peternakan) serta LPMP (Lembaga Pemberdayaan Mustahik Pengusaha).

Sewira, lanjutnya, merupakan lembaga pendidikan dan pelatihan enterpreneurship bagi mustahik berumur 19-30 tahun yang memiliki tekad menjadi pengusaha. Lembaga ini melibatkan praktisi, profesional, akademisi serta para tokoh pengusaha muslim sukses dan berkompeten.

Dari para alumnus Sewira, ia berharap bisa membangun jaringan pengusaha untuk saling membantu dalam mengingkatkan dan mengembangkan usaha. Rencana hingga 2021, Baznas bisa mencetak 5.000 usahawan baru.

Sedangkan LP4, ia menjelaskan merupakan lembaga yang memberdayakan sekaligus memproteksi peternak dan petani. Pendirian lembaga ini dilatarbelakangi kondisi petani dan peternak saat ini yang sebagian besar masih miskin.

Dari data Badan Pusat Statistik (BPS) 2013 rata-rata kepemilikan lahan 0,3 hektare (ha) per keluarga petani. Dengan luasan lahan itu, hingga akhir 2014, pendapatan rumah tangga petani atau RTP sebesar Rp12,41 juta per tahun atau Rp1,03 per bulan.

Sektor peternakan juga tak jauh berbeda. Tiap peternak, menurut dia, hanya memiliki dua sampai tiga sapi dengan berbagai keterbatasan seperti akses lemah, pengetahuan teknologi lemah, dan masih menggunakan cara tradisional.

Melalui lembaga ini, ia mengatakan pihaknya berencana mengentaskan 280.000 masyarakat miskin pada 2016.

Sementara itu, Lembaga Pemberdayaan Mustahik Pengusaha (LPMP) yang diluncurkan oleh Ketua BAZNAS Bambang Sudibyo bersama Wakil Ketua Baznas Zainulbahar Noor awal Oktober 2016, bertujuan untuk meneguhkan zakat sebagai energi perubahan kepada para mustahik yang menjadi pelaku usaha mikro untuk meningkatkan pertumbuhan, keberkahan dan pengembangan usaha.

LPMP, menurut dia, mendistribusikan zakat untuk mendorong pelaku usaha mikro dapat bekerja optimal dan memperoleh hasil yang memadai. Selain itu, mewujudkan keadilan yang distributif.

Bambang mengatakan telah menargetkan sudah berdiri lima LPMP pada lima kabupaten di tahun kedua. Pada tahun ketiga, minimal berdiri 15 LPMP di 15 daerah. Untuk tahun pertama, menurut Bambang, Baznas akan mengalokasikan dana Rp47 miliar sebagai modal lembaga ini. [Antara]

Baca Juga

ZIS Indosat Kerja Sama dengan Rumah Wakaf Kelola Wakaf Produktif

Jakarta (PIKIRANUMAT) – Tahun 2017 telah berjalan pengelolaan dana Zakat, Infaq dan Sedekah dari karyawan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *