Home / EKONOMI SYARIAH / Industri Keuangan Syariah Menggiurkan, Asing Lirik Indonesia
Ilustrasi

Industri Keuangan Syariah Menggiurkan, Asing Lirik Indonesia

Bisnis pada sektor syariah di Indonesia begitu menggiurkan. Besarnya jumlah penduduk muslim di Indonesia turut menjadi pendorong pertumbuhan bisnis ritel. Hal ini pun berdampak pada pertumbuhan industri keuangan syariah di Indonesia.

Direktur Penelitian, Pengembangan, Pengaturan dan Perizinan Perbankan Syariah OJK Deden Firman mengatakan, saat ini pertumbuhan industri perbankan syariah secara nasional telah mencapai 4,7%. Adapun pertumbuhan secara global adalah sebesar 2,5%.

“Tapi kita masih kalah dengan Arab Saudi yang pertumbuhan nasional capai 51% dan pertumbuhan global sebesar 33%,” kata Deden di Hotel Aston, Bogor, Sabtu (12/11/2016) seperti dikutip Okezone.com.

Aset perbankan syariah pun saat ini telah mencapai Rp300 triliun. Pertumbuhan ini telah mulai dapat dirasakan sejak tahun 2010.

“Aset perbankan syariah di Indonesia capai 30% dibandingkan 2010 ke bawah. Sekarang sudah Rp300 triliun aset kita. Sampai saat ini, per September kenaikannya mencapai 11,3%,” imbuhnya.

Tak hanya itu, Bank Umum Syariah (BUS) pun juga tercatat mengalami pertumbuhan. Tercatat, BUS yoy per September mengalami pertumbuhan 17%, secara year to date 11,98%.

Adapun secara month to month tumbuh 8,67%. Indonesia pun dianggap sebagai motor penggerak pertumbuhan bisnis syariah di dunia bersama negara lainnya seperti Qatar, Turki, dan Malaysia.
Bahkan, Indonesia juga dilirik oleh negara lain sebagai pusat pembelajaran pengembangan industri syariah.

“Negara lain ada yang mau belajar perbankan syariah di Indonesia, seperti Uganda, Tanzania, Tajikistan, dan Nigeria,” jelasnya.

Bahkan, Malaysia dan Jepang juga melirik Indonesia dalam pengembangan bisnis syariah. Khususnya Jepang, Indonesia dianggap sebagai tujuan investasi pada sektor syariah mengingat tingginya jumlah penduduk usia pensiun dan adanya kebijakan suku bunga rendah di negara tersebut.

“Ada bank dari Malaysia yang ingin menjadi strategic investor. Jepang juga pernah undang OJK untuk berikan pelatihan mengenai perbankan syariah. Hal ini juga karena banyaknya usia pensiun di sana,” tuturnya. [FR/Okezone]

Baca Juga

ZIS Indosat Kerja Sama dengan Rumah Wakaf Kelola Wakaf Produktif

Jakarta (PIKIRANUMAT) – Tahun 2017 telah berjalan pengelolaan dana Zakat, Infaq dan Sedekah dari karyawan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *