Sabtu , 20 Januari 2018
Home / BERITA / Menteri Bambang Samakan Kondisi Ekonomi Indonesia Sekarang Seperti Zaman Belanda
Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro

Menteri Bambang Samakan Kondisi Ekonomi Indonesia Sekarang Seperti Zaman Belanda

Jakarta (PIKIRANUMAT) – Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro menyebut kondisi perekonomian Indonesia saat ini mirip dengan kondisi ekonomi Indonesia pada saat dijajah oleh Belanda. Karena semua kekayaan alam Indonesia diekspor ke luar negeri.

“Kondisi ekonomi Indonesia tak jauh beda dengan kondisi ekonomi saat dijajah Belanda. Dulu, Belanda menjarah rempah-rempah dan komoditas lainnya, lalu dikirim ke negaranya,” kata Bambang di Jakarta, Ahad (13/11/2016) seperti dikutip Rmol.co.

Saat zaman penjajahan, selain sumber daya Indonesia dikeruk habis-habisan, Belanda juga melakukan gerakan tanam paksa. Saat ini pun, Indonesia diakuinya banyak sekali diminta asing untuk mengekspor hasil tambang dengan menawarkan nilai tambah yang tinggi. Tawaran tawaran itu disebutnya diatur dalam agenda-agenda politik yang telah tersusun.

“Kalau Indonesia kerjaannya hanya menggali tambang, lalu ekspor, maka sampai kapanpun tidak akan maju,” kata Bambang lagi.

Ia mengatakan, pemanfaatan sumber daya alam harus disikapi dengan bijak. Apalagi, mengingat ketersediaanya yang semakin hari makin menipis.

“Tidak perlu jor-joran. Kuncinya kita mengubah Indonesia jangan seperti saat dijajah Belanda dulu yang dikuras sumber daya alamnya,” demikian Bambang.

Belanda memang mengeksploitasi sumber daya alam Indonesia sedari dulu. Penemu minyak bumi pertama di Indonesia yakni perusahaan minyak asal Belanda, Royall Dutch Shell atau lebih akrab namanya disebut Shell. Perusahaan ini sudah cukup lama berkecimpung di sektor minyak bumi di banyak negara di dunia. [FR]

Baca Juga

Marah Besar pada AS, Abbas: Sialan Uang Anda!

Ramallah (PIKIRANUMAT) – Presiden Otoritas Palestina Mahmoud Abbas mengatakan Israel telah membunuh Kesepakatan Oslo. Dia …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *