Senin , 11 Desember 2017
Home / BERITA / Dua Calon Saksi Ahli Ahok Batal, Satu Dipanggil Balik ke Mesir, Satu Dipanggil Allah Swt
Ilustrasi: Aksi massa menolak Ahok. [foto: teropongsenayan]

Dua Calon Saksi Ahli Ahok Batal, Satu Dipanggil Balik ke Mesir, Satu Dipanggil Allah Swt

Jakarta (PIKIRANUMAT) – Dua orang saksi ahli, yang diduga akan berpihak pada Ahok, batal memberikan kesaksian dalam gelar perkara di Mabes Polri hari ini. Satu saksi ahli, Syekh Amr Wardani dari Al Azhar, Kairo Mesir sudah dipastikan kembali ke negaranya. Sementara satu calon saksi ahli, Profesor Sarlito Wirawan Sarwono, dipanggil oleh Allah Swt pada Senin malam (14/11).

Batalnya Syekh Wardani, diakui oleh tim kuasa hukum Ahok, Sirra Prayuna. Ia mengklaim, Syekh Wardani kembali ke Mesir karena ada acara keluarga yang tidak dapat ditinggalkan.

Padahal batalnya Syekh Wardani adalah atas keberatan dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang langsung mengirimkan surat kepada Grand Syeikh Al Azhar Syekh Ahmad Thayyib. Syekh Ahmad Thayyib lalu memanggil pulang Syekh Wardani supaya tidak mencampuri urusan dalam negeri Indonesia.

“Beliau tidak bisa hadir karena alasan keluarga sakit,” ujar kuasa hukum Ahok, Sirra Prayuna di Rupatama Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (15/11), seperti dikutip Republika Online.

Sirra pun mengaku tidak memusingkan hal tersebut. Pasalnya rujukan untuk mengundang Syekh Amr Wardani hanyalah masukan dari tim sukses saja.

“Ahli tafsir dari Mesir, Kami memperoleh masukan, untuk memberikan rekomendasi beberapa nama, ahli pidana, agama dan bahas. Salah satunya menunjuk ahli dari Mesir. (Tidak datang), Kami tidak terlalu memusingkan hal itu,” klaim dia.

Saat ditanyakan apakah sudah pernah sebelumnya berkomunikasi dengan Syekh Amr Wardani, Sirra mengaku tidak sama sekali. “Kami belum pernah bangun komunikasi langsung. Karena itu dari timses,” jelasnya.

Sementara satu calon saksi ahli lagi, psikolog Sarlito Wirawan Sarwono, mendadak dipanggil Allah Swt pada Senin malam (14/11).

Sarlito, seperti dikutip Republika.co.id (Selasa, 15/11), pada Senin (14/11) telah diminta Badan Reserse Kriminal Mabes Polri agar dapat menjadi saksi dalam kasus dugaan penistaan agama oleh Ahok. Setelah itu, Sarlito juga diundang untuk menghadiri konferensi di Singapura. Tetapi karena kesehatannya tiba-tiba menurun, ia langsung dilarikan ke rumah sakit.

Sarlito meninggal dunia pada Senin malam pukul 22.15 WIB di RS PGI Cikini, Jakarta Pusat.

“Benar, Bapak meninggal karena pendarahan di usus,” tegas Orchida Ramadhania, menantu mendiang saat ditemui di RS PGI Cikini, Jaakarta Pusat, Senin (14/11/2016) malam, seperti dikutip Liputan6.com.

Jenazah akan disemayamkan di Rumah Duka Komplek UI Ciputat No. 6, untuk kemudian akan dimakamkan pada Selasa besok, 15 November 2016 di Pemakaman Giri Tama Tonjong, Parung setelah salat Zuhur.

Sarlito Wirawan Sarwono lahir di Purwokerto, 2 Februari 1944. Pria yang biasa dipanggil Ito ini meraih gelar sarjana psikologinya dari Universitas Indonesia di tahun 1968. Dia kemudian meneruskan studinya dengan mengambil program doktor di UI dan University of Leiden, Belanda.

Catatan tentang Sarlito terkait dengan kasus Ahok dan Aksi Bela Islam yang dilakukan umat Islam dapat ditelusuri melalui artikel yang ditulisnya dan cuitan-cuitan melalui akun twitternya.

Terkait kasus penistaan agama oleh Ahok, Sarlito membuat artikel yang membela Ahok berjudul “Mungkinkah Menistakan Agama?” pada Kamis, 3 November 2016.

Berikut adalah dua paragraf awal dari artikel Guru Besar Psikologi Universitas Indonesia itu:

“Demonstrasi dalam rangka membela Tuhan makin banyak. Hal ini membuat saya bertanya,  “Mungkinkah membela agama?”. Pertanyaan selanjutnya, “Sebegitu lemahkah Tuhan dan Agama sehingga memerlukan pembelaan dari umatnya?”

Pandangan saya mungkin tidak begitu populer, tetapi untuk saya, Islam dan Tuhan tidak perlu  dibela. Anak-anak, perempuan, orang yang lemah dan tak berdaya, orang fakir dan yatim piatulah  yang patut dibela, dan hal itulah yang sesuai dengan ajaran Islam.”

Sementara mengenai sikap dia terhadap Aksi Bela Islam untuk menuntut Ahok diadili, setidaknya Sarlito membuat dua cuitan melalui akun twitternya: @sarlitosarwono

“Demo! rusak!ujaran kebencian! SARA!utk bela Islam? AWAS!! Lama2 malah Islam dibenci umatnya sendiri krn muak!” (29 Oktober 2016)

“Kebersihan bagian dr iman? Buktinya, bubar “aksi damai”, ninggalin sampah berserakan. Pd hal mengusung nama Islam.” (5 November 2016). [FR/dbs]

Baca Juga

Respon Kondisi Terkini, Dubes Saudi Silaturahim dengan Pimpinan Ormas Islam

Jakarta (PIKIRANUMAT) – Duta Besar Kerajaan Saudi Arabia untuk Indonesia Osama bin Mohammed Abdullah Al …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *