Sabtu , 20 Januari 2018
Home / BERITA / Ulama Mesir Gagal Ikuti Gelar Perkara Kasus Ahok, Begini Kronologinya
Ketua MUI KH Muhyidin Junaidi. [foto: zakir salmun]

Ulama Mesir Gagal Ikuti Gelar Perkara Kasus Ahok, Begini Kronologinya

Jakarta (PIKIRANUMAT) – Ulama Al Azhar, Mesir, Syekh Mustafa Amr Wardani batal menghadiri gelar perkara kasus dugaan penistaan agama oleh Gubernur DKI Jakarta nonaktif Ahok. Syekh tersebut telah kembali ke Mesir dan batal menjadi saksi ahli dari pihak Ahok.

Ketua Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerjasama Internasional Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Muhyiddin Junaidi menjelaskan kronologi batalnya Syekh Wardani.

Setelah mendapatkan infomasi bahwa ada ulama Mesir yang akan menjadi saksi ahli bagi Ahok, Senin (14/11) MUI langsung berkirim surat kepada Duta Besar Mesir untuk Indonesia Ahmed Amr Ahmed Moawad untuk diteruskan kepada Grand Syaikh al Azhar dan Mufti Republik Arab Mesir Ahmad Thayyib di Kairo.

“Intinya MUI menolak kesaksian beliau sebagai ahli penistaan agama dengan berbagai alasan,” kata Ketua Bidang Hubungan Luar Negeri MUI Muhyiddin Junaidi seperti dikutip Republika.co.id, Selasa (15/11).

Alasan tersebut di antaranya kesaksian Syekh Wardani akan menimbulkan eskalasi lebih dahsyat dan memunculkan pertentangan antarulama fuqaha dan pimpinan masyarakat, serta menyulut fitnah bangsa Indonesia. “Itu juga bagian adu domba,” kata dia.

Dari sisi politik, kesaksian tersebut sama saja mencampuri urusan politik dalam negeri orang lain. Muhyiddin mengatakan berdasarkan keterangan dari Moawad, Syekh Wardani diundang oleh salah satu lembaga di Indonesia yakni PDI-P untuk ceramah. Syekh Wardani sudah tiba di Bandara Soekarno Hatta, Cengkareng, Senin kemarin.

Setelah menyampaikan surat ke Dubes Mesir, MUI juga berkoordinasi lewat kerabat-kerabatnya yang mengenal dengan Grand Syekh al Azhar dan langsung mengirimkan surat tersebut ke beliau. “Itu efektif. Syekh Al Azhar langsung memanggil Syekh Wardani pulang,” kata Muhyiddin.

Dia pun menelepon Dubes Mesir untuk memastikan keberadaan Syekh Wardani. Dubes mengatakan bahwa Syekh Wardani sudah kembali ke Kairo.

“Alhamdulillah, mudah-mudahan tidak ada lagi orang asing yang datang ke Indonesia mengatasnamakan ahli dan mencampuri urusan dalam negeri orang lain. Biar masalah keagamaan ini menjadi urusan Indonesia, tidak perlu mengundang ahli dari luar,” ujarnya. [SR]

Baca Juga

Marah Besar pada AS, Abbas: Sialan Uang Anda!

Ramallah (PIKIRANUMAT) – Presiden Otoritas Palestina Mahmoud Abbas mengatakan Israel telah membunuh Kesepakatan Oslo. Dia …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *