Selasa , 20 Februari 2018
Home / BERITA / Ahok Tersangka, Begini Sikap Ormas-ormas Islam
Silaturahmi Ormas Lembaga Islam (SOLI) di Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah, Menteng, Jakarta, Rabu (16/11)

Ahok Tersangka, Begini Sikap Ormas-ormas Islam

Jakarta (PIKIRANUMAT) – Silaturahmi Ormas-Ormas Lembaga Islam (SOLI) memberikan pernyataan bersama atas ditetapkannya Ahok sebagai tersangka oleh Bareskrim Polri hari ini.

Para pimpinan ormas dan lembaga Islam yang bernaung dalam wadah Silaturahmi Ormas Lembaga Islam (SOLI) berkumpul di Pusat Dakwah Muhammadiyah, dipimpin langsung oleh Din Syamsuddin menyampaikan sikap atas tersangkanya Ahok.

“Secara khusus kami menyikapi pengumuman yang telah disampaikan Bareskrim Mabes Polri tentang penetapan Ahok sebaga tersangka,” ujar Din di Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah, Jakarta, Rabu (16/11).

Pernyataan sikap Ormas-Lembaga Islam disampaikan oleh Ketua Umum PB Al Wasliyah, Yusnar Yusuf.

“Silaturahmi Ormas Lembaga Islam. Pernyataan Bersama. Sehubungan dengan keputusan Polri yang menetapkan Ahok sebagai tersangka kasus penistaan agama, kami para pimpinan ormas tingkat pusat dengan memohon rahmat dan hidayah ridho Allah, menyampaikan hal-hal sebagai berikut,” jelasnya.

1. Menyambut baik keputusan Polri tentang status tersangka Basuki Tjahaja Purnama, keputusan tersebut merupakan hasil memenuhi rasa keadilan masyarakat.

2. Kami sampaikan ucapan terima kasih kepada Presiden Jokowi atas sikap negarawanan yang tidak melakukan intervensi hukum dan tidak melindungi Basuki Tjahaja Purnama.

“Kami juga memberi penghargaan tertinggi kepada Polri yang telah menunjukkan profesionalitas dan integritas. Kami mendorong penegakan hukum kepada Basuki Tjahaja Purnama dilakukan berkeadilan, cepat dan tranparan dan memperhatikan keadilan masyarakat,”ungkapnya.

3. Ormas-ormas Islam beserta elemen masyarakat akan tetap mengawal proses hukum selanjutnya, karena kasus penistaan agama berpotensi membuat perpecahan bangsa. Penistaan agama sebagaimana kasus-kasus sebelumnya adalaha sikap anti toleransi dan anti kemajemukan, maka bara apinya harus dipadamkan sebelum meluas menimbulkan prahara sosial dan menggoyahkan sendi-sendi Negara.

4. Menyerukan kepada seluruh keluarga besar bangsa untuk tetap tenang dan tidak terhasut dengan pihak-pihak yang ingin mengail di air keruh, mempertentangkan rakyat dengan pemerintah. Kasus penistaan agama oleh Basuki Tjahaja Purnama adalah kasus individual yang tidak terkait dengan agama dan etnik tertentu dan tidak ada hubungannya dengan pemerintahan yang sah dan konstitusional.

5. Menyerukan kepada seluruh komponen bangsa untuk memanjatkan doa kehadirat Allah agar bangsa Indonesia terselamatkan dari malapetakan dan marabahaya perpecahan. [SR]

Baca Juga

Mukernas I FORJIM akan Dibuka Gubernur NTB

Jakarta (Pikiran Umat) – Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) I Forum Jurnalis Muslim (Forjim) akan diselenggarakan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *