Selasa , 12 Desember 2017
Home / KOLOM / Derita Muslim Kashmir
Ilustrasi: Muslimah Kashmir

Derita Muslim Kashmir

Masyarakat sekarang ini kebanyakan dilanda demam India. Sayangnya mereka tidak tahu ternyata India juga salah satu Negara yang membenci Islam dan kaum muslimin.

Hal ini terbukti dengan sikap pemerintah India yang tidak segan memperlakukan muslim di Kashmir dengan tidak manusiawi. Konflik yang terjadi di Lembah Kashmir sudah lama terjadi dan melibatkan dua Negara, India dan Pakistan bersitegang.

Juni lalu ketegangan terjadi setelah pasukan keamanan India menyiksa aktivis separatis muslim, Burhan Wani. Selanjutnya konflik terus terjadi dan memakan korban warga sipil yang tidak bersalah. Puncaknya 300 sekolah di daerah Kashmir yang dikuasai India diperintahkan ditutup pada Rabu (02/11) menyusul kematian delapan warga sipil di daerah tersebut. Kedua Negara sudah mengajukan konflik Kashmir yang tak kunjung selesai. Sayangnya yang dimintai bantuan adalah Negara-negara pemilik veto.

Negara-negara veto yang jelas didominasi Barat kecil kemungkinan mamu membela muslim Kashmir. Ini memang sesuai dengan rencana Barat yang dengan sengaja membiarkan konflik Kashmir berlarut-larut. Dengan begitu Barat akan mudah mengintervensi negeri-negeri muslim. Bukannya selesai, konflik Kashmir malah akan memanas. Rakyat Kashmir akan terus memberontak dan rezim India akan terus membinasakan mereka.

Kaum muslim Kashmir dan umat-umat muslim lain di Negara minoritas yang negaranya pun benci Islam. Selamanya tidak akan pernah hidup tenang. Bahkan PBB pun tak bisa kita harapkan mengingat PBB sendiri dikuasai Negara-negara pemilik veto yang lebih memilih kepentingan mereka daripada hak-hak umat muslim. Tidak ada penjaga umat muslim selain diterapkannya syariah dalam naungan Khilafah. Khilafah lah tempat perlindungan dan bergantung umat muslim. Maka keurgenan menegakkan Khilafah menjadi yang paling utama agar konflik di Kashmir segera usai.

Safira Ma’rifatus Shalihah
Mahasiswi Universitas Brawijaya

Baca Juga

Anehnya Vonis Buni Yani

Dr. H. Abdul Chair Ramadhan, S.H., M.H Tim Ahli KAPPU Partai Bulan Bintang (PBB) Putusan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *