Sabtu , 23 September 2017
Home / HEALTH / Tak Selalu Keguguran, Ternyata Perdarahan Saat Hamil Pertanda Ini
Ilustrasi: Darah

Tak Selalu Keguguran, Ternyata Perdarahan Saat Hamil Pertanda Ini

PIKIRAN UMAT – Pernahkah ibu mengalami pendarahan saat hamil? Wah, tentu bermacam rasa berkecamuk dalam pikiran kita. Terlebih bagi ibu yang baru mengalami kehamilan pertama. Hal yang paling ditakutkan ibu hamil ketika mengalami pendarahan ialah keguguran.

Pendarahan saat hamil memang bisa jadi merupakan tanda keguguran. Tapi tidak selamanya. Sekitar satu dari lima ibu hamil bisa memiliki perdarahan saat hamil. Perdarahan biasanya berlangsung dalam trimester pertama kehamilan dan ini adalah normal. Biasanya perdarahan ini terjadi pada waktu yang sama saat dengan periode menstruasi dan bisa berlangsung selama 1-2 hari.

Tapi, jika perdarahan terjadi pada trimester kedua atau ketiga kehamilan, sebaiknya ibu segera periksakan ke dokter, terutama jika perdarahan berat terjadi yang disertai dengan gejala lain (seperti nyeri dan kontraksi).

Penyebab Pendarahan Saat Hamil

Perdarahan pada trimester pertama biasanya disebabkan karena hal-hal yang tidak berbahaya, seperti perdarahan karena siklus menstruasi yang masih terjadi. Perdarahan ini bisa terjadi ketika hormon-hormon kehamilan menutupi siklus menstruasi biasa, tetapi ternyata siklus menstruasi masih bisa terjadi sementara waktu. Ibu mungkin bisa mengalami hal ini lebih dari sekali selama awal-awal kehamilan. Ini bukan berarti Ibu mengalami keguguran.

Perdarahan karena implantasi, yaitu ketika sel telur yang telah dibuahi sperma menempel pada dinding rahim. Perdarahan ini terjadi pada bulan pertama. Hal ini bisa terjadi karena dinding rahim menyesuaikan sel telur yang baru ditanam. Tapi, perdarahan karena hal ini biasanya lebih jarang terjadi.

Perdarahan terjadi karena leher rahim yang lembut menjadi lecet (erosi atau ektropion serviks). Juga bisa disebabkan karena infeksi vagina, infeksi leher rahim, atau pertumbuhan polip yang tidak berbahaya. Ketiga hal tersebut bisa menyebabkan perdarahan jika leher rahim lecet diakibatkan seringnya berhubungan suami istri saat hamil atau setelah Ibu melakukan pemeriksaan pada panggul.

Perdarahan pada trimeter kedua atau ketiga juga bisa disebabkan karena iritasi atau lecet pada leher serviks, biasanya itu terjadi setelah berhubungan suami istri. Atau juga bisa disebabkan karena perubahan pada serviks yang biasanya menyebabkan perdarahan ringan.

Perdarahan Saat Hamil yang Perlu Diwaspadai

Perdarahan berat setelah trimester satu juga bisa disebabkan karena masalah serius pada plasenta, seperti abruptio plasenta, yakni saat sebagian atau seluruh plasenta terpisah dari dinding rahim. Biasanya hal ini terjadi setelah usia kehamilan 20 minggu. Kondisi ini bisa mengakibatkan kelahiran prematur atau bayi lahir meninggal (stillbirth). Perdarahan yang disebabkan oleh kondisi ini biasanya disertai dengan kontraksi dan sakit perut.

Yang kedua adalah plasenta previa, di mana letak plasenta berada di bawah rahim. Kondisi ini dapat menyebabkan pertumbuhan bayi terbatas dan perdarahan berat pada ibu hamil. Perdarahan yang terjadi biasanya tidak disertai dengan sakit atau nyeri pada perut.

Yang ketiga, plasenta akreta, terjadi karena plasenta tertanam terlalu dalam di dinding rahim, sehingga plasenta sulit untuk terlepas dari dinding rahim. Plasenta akreta biasanya terjadi pada trimester ketiga.

Setelah mengetahui tingkat bahaya pendarahan pada kehamilan, semoga Ibu lebih maksimal lagi menjaga serta merawat kehamilan yang dianugerahkan Allah Swt.

Makan makanan bergizi, tidak beraktivitas melampaui batas, serta rutin memeriksakan kehamilan adalah upaya-upaya yang bisa dilakukan Ibu hamil demi menjaga kesehatan kehamilan dan janin. (HR)

Baca Juga

YLKI: Waspadai Makanan Mi Kuning Mengandung Formalin

Medan (SI Online) – Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia, Sumatera Utara minta kepada masyarakat agar mewaspadai …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *