Sabtu , 23 September 2017
Home / INSPIRASI / Pasca Aksi 411, Ahmad Dhani Dipecat dari Lesbumi NU
Ahmad Dhani mencium bendera NU disaksikan Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj.

Pasca Aksi 411, Ahmad Dhani Dipecat dari Lesbumi NU

Jakarta (PIKIRAN UMAT) – Musisi kondang Ahmad Dhani akhirnya dipecat dari Lembaga Seni Budaya Muslimin Nahdlatul Ulama (Lesbumi NU). Dalam organisasi itu, Dhani pernah direkrut sebagai Wakil Ketua untuk periode 2015-2020.

Lesbumi NU adalah salah satu lembaga di bawah naungan NU yang bertugas melaksanakan kebijakan di
bidang pengembangan seni dan budaya.

Ketua Lesbumi PBNU KH Agus Sunyoto juga membenarkan informasi ini. Agus mengatakan pemecatan Dhani sudah berlangsung sejak November. Persisnya usai keterlibatan Dhani dalam aksi Demo 4 November 2016 lalu.

Agus mengklaim, proses pemecatan Dhani sudah berdasarkan kesepakatan para pengurus Lesbumi. Dhani juga disebut Agus sejak awal tidak pernah terlibat dalam forum rapat-rapat resmi atau pun kegiatan lembaga.

Ketua PP Lesbumi NU KH Agus Sunyoto membeberkan beberapa alasan terkait pemecatan tersebut. Menurutnya Ahmad Dhani diberhentikan bukan hanya karena statusnya di Twitter yang menyamakan pendiri NU Hadratusy Syekh KH Hasyim Asy’ari dengan Imam Besar FPI Habib Muhammad Rizieq Shihab.

Sejumlah sikap Ahmad Dhani dianggap tak lagi sesuai dengan nilai-nilai Lesbumi dan NU turut berkontribusi atas keputusan pemecatan ini.

Padahal jika menengok kembali saat pelantikan, Ahmad Dhani sempat memiliki impian. Ia mengaku senang bisa secara resmi menjadi bagian keluarga besar NU.

“Kakek saya dulu seorang TNI yang dekat dengan Kartosuwiryo, Islamnya garis keras. Nah saya sekarang ingin ada di Islam yang santun, dan Alhamdulillah, di sini tempat yang tepat,” ujar Dhani menanggapi pelantikannya saat itu.

Dhani mengaku akan berusaha keras melaksanakan amanah yang diberikan kepadanya.

“Islam di Indonesia ini mengikuti NU. Kalau NU-nya bagus, Islam di Indonesia akan bagus. Saya akan berusaha amanah, melaksanakan apa yang ditugaskan ke saya dengan sebaik-baiknya,” katanya lebih lanjut.

Dhani sendiri menduga ada alasan lain di balik pemecatannya. “Kan di Bekasi ada calon PKB, NU juga jadi calon Wakil Bupati Bekasi mendampingi calon PDIP. Saya menduga kuat sekali nuansa politik,” ungkap Dhani seperti dilansir detikcom, Sabtu (10/12/2016).

Dhani memang merupakan calon Wakil bupati Bekasi berpasangan dengan Sa’duddin. Mereka diusung oleh PKS, Gerindra dan Demokrat dengan nomor urut dua.

Sementara itu pasangan calon yang dimaksud Dhani mendapat nomor urut satu. Pasangan calon itu adalah Melina Kartika Kadir dan Abdul Kholik yang diusung oleh PDI Perjuangan, PKB, PPP, dan PBB.

“Saya menduga kuat sekali ada nuansa politik, (sama seperti) yang sedang saya alami pasca-pencidukan 212,” ujar lelaki asal Surabaya ini.

Sementara itu mengenai alasan pemecatan, Dhani menganggap bisa saja dibuat-buat. Dia bahkan belum pernah menerima surat pelantikan. “Ya (disebut dipecat) mungkin biar terlihat negatif,” ujar Dhani.

Sebagai seorang musisi, belakangan Dhani sangat aktif di panggung politik. Di Jakarta, ia terang-terangan anti terhadap Ahok dan menentang kebijakan-kebijakan Ahok yang merugikan rakyat, seperti penggusuran di berbagai wilayah. Sikapnya yang anti Ahok inilah belakangan yang membuat Dhani mengenal lebih dekat Front Pembela Islam (FPI) dan Habib Rizieq Syihab.

Bersamaan dengan aktivitas-aktivitas politiknya di Jakarta, Dhani juga maju menjadi calon Wakil Bupati Bekasi berpasangan dengan mantan Bupati Sa’duddin. Pasangan ini didukung oleh PKS, Gerindra dan Partai Demokrat. [FR/dbs]

Baca Juga

Kita Pay Hadir untuk Umat

Jakarta (PIKIRANUMAT) – Data dari Bank Dunia tahun 2016 menyebutkan, angka kemiskinan penduduk indonesia, yang …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *