Selasa , 12 Desember 2017
Home / MUSLIMAH / Ternyata, Ini Cara Efektif Cegah Anak Bicara Kasar
Ilustrasi: Anak Bicara Kasar

Ternyata, Ini Cara Efektif Cegah Anak Bicara Kasar

PIKIRAN UMAT – Keterampilan berbahasa anak usia balita sedang berkembang pesat. Ia menyerap semua kata “baru” yang ia dengar dari lingkungan –yang kemudian ditirunya untuk diucapkan. Tantangannya, tak semua kata yang didengar itu baik dan sopan. Justru adakalanya kalimat yang ditiru berpotensi menyinggung perasaan orang lain. Bisa jadi keluarga sudah membiasakan saling berkomunikasi dengan bahasa yang baik serta intonasi yang santun. Akan tetapi, anak bisa saja mendengar kata tak pantas dari televisi, teman sekolah, bahkan lingkungan sekitar.

Dan faktanya, kata-kata yang terucap seolah menarik karena ia lihat di televisi atau lewat orang di sekelilingnya, sehingga ia pun beranggapan bahwa kata-kata tersebut akan menyenangkan untuk diucapkan.

Nah, sebelum terlambat, orangtua bisa melakukan hal-hal ini untuk membantu membimbing anak meninggalkan kata-kata kasar.

Tidak Perlu Marah dan Jangan Pula Tertawa

Tak perlu langsung marah, membentak, bahkan memberi hukuman fisik, saat ayah bunda mendengar anak bicara kasar. Di usia ini, anak belum memiliki “saringan” untuk membedakan mana kata yang baik, yang buruk, dan bisa menyinggung perasaan orang lain. Umumnya, anak usia ini juga gemar mencermati reaksi orang lain atas perbuatannya. Reaksi “heboh”, mimik, ekspresi maupun gerak tubuh ayah bunda justru akan membuatnya semakin tertarik untuk mengucapkannya kata-kata tersebut di lain waktu. Dan, meski ia takut saat dimarahi, ia juga memaknai hal itu sebagai bentuk kesenangan karena ayah bunda telah memberikan perhatian kepadanya.

Bersikaplah dengan tenang, lalu tanyakan baik-baik dari mana ia mendengar perkataan itu. Sehingga ayah bunda bisa mewaspadai sumber-sumbernya. Sebaliknya, hindari tertawa menganggap hal itu lucu. Anak mengira bahwa kata-katanya mendapat persetujuan dari ayah bunda dan ia akan mengulanginya di lain waktu untuk menghibur atau mencari perhatian.

Konsisten Memberitahu

Perlu waktu yang cukup panjang untuk membuat ia memahami baik atau tidaknya kata-kata yang ia ucapkan. Daya ingat dan konsentrasi anak usia ini masih dalam tahap perkembangan, maka ia pun butuh waktu untuk benar-benar merekam serta memahami bimbingan orangtua agar tidak menjadikan hal itu sebagai kebiasaan.

Agar memudahkan ia untuk merespon ayah bunda, bimbing ia secara konsisten dan pilih waktu yang tepat, misalnya saat suasana hatinya senang dan tidak dalam kondisi lelah. Bisa juga dengan membecakan buku cerita yang temanya berkaitan dengan perilakunya saat ini.

Lakukan Investigasi

Saat ia bermain bersama teman-temannya, cermati anak yang memberi pengaruh buruk padanya. Bila masih dalam batas kewajaran, biarkan saja ia bermain bersama, sebab, terlalu membatasi pergaulannya tentu tak baik juga bagi perkembangan keterampilan sosial anak.

Ikut bermain bersama bisa memberi kesempatan untuk langsung memberitahu dan membimbing anak yang berbicara kasar. Bila ayah bunda merasa pengaruh teman-temannya sudah melebihi batas, beralihlah ke tempat bermain lain atau adakan playdate bersama anak dari para orangtua yang ayah bunda tahu betul gaya pengasuhannya.

Kenalkan Konsekuensi

Bila sudah dua kali diperingatkan namun anak masih juga berbicara kasar, ayah bunda perlu mendisiplinkannya. Caranya bisa dengan membuat semacam hukuman ringan, misalnya, tidak boleh makan es krim selama sekian hari.

Tunjukkan pada anak bahwa bundanya tidak suka pada perbuatannya. Bisa pula ayah bunda membuat tabel perilaku baik dan buruk, lalu beritahukan fungsinya pada anak. Berikan 5-10 batasan, hukumannya bisa berupa time out, membatasi waktu menonton televisi, games, atau tidak memperbolehkan ia menyantap hidangan kesukaannya. Membatasi anak dari hal yang ia gemari akan terasa sangat tidak menyenangkan baginya, sehingga akan membuatnya meninggalkan perilaku buruk demi memperoleh kesenangannya kembali. Sebaiknya bila ia tidak lagi mengulang kata-kata kasarnya, jangan segan untuk memberikan pujian. (HR/AB)

Baca Juga

Barbie Luncurkan Boneka Berkerudung Pertama

Jakarta (PIKIRANUMAT) – Setelah 58 tahun jadi salah satu mainan anak perempuan terkemuka di dunia, …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *