Home / BERITA / Marak Info Tenaga Kerja Asal Cina, DPR Minta Klarifikasi Menteri dan Intelijen
Ilustrasi: Diantara tenaga kerja asal cina di Indonesia.

Marak Info Tenaga Kerja Asal Cina, DPR Minta Klarifikasi Menteri dan Intelijen

Jakarta (PIKIRAN UMAT) – Banyaknya informasi terkait maraknya tenaga kerja asing asal Cina yang datang ke Indonesia mendorong Komisi I DPR RI untuk meminta klarifikasi kepada menteri dan Badan Intelijen Negara.

Anggota Komisi I DPR Bobby Rizaldi mengatakan Komisi I akan meminta klarifikasi dari Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, dan Kepala Badan Intelijen Negara Budi Gunawan.

“Jadi pertama kami akan panggil Menkominfo bahwa apa yang ada di medsos itu tervalidasi benar atau tidak. Kalau tidak seharusnya langsung diblokir,” kata Bobby, di Jakarta, Rabu (21/12)

Ia mengatakan, setelah memanggil Menkominfo, Komisi I akan memanggil Kementerian Luar Negeri lalu menanyakan ke Badan Intelijen Negara (BIN) terkait apakah ada dampaknya informasi di media sosial tersebut.

Jika ada dampaknya, Komisi I DPR akan menentukan sikap terkait ketahanan nasional Indonesia.

“Komisi I DPR belum bisa bersikap tentang masalah ini karena kami perlu memastikan validitas informasi tersebut,” ujarnya.

Terutama, lanjut Bobby, karena informasi ini muncul dari media yang bukan arus utama. Oleh karenanya Komisi I DPR memilih tidak responsif menghadapi masalah ini.

Lebih lanjut politikus Partai Golkar itu mengatakan Komisi I DPR tidak langsung menyatakan tidak setuju dengan TKA Cina namun perlu mendalaminya dahulu.

“Jadi bukannya kami langsung menyatakan tidak setuju dengan TKA Cina, nanti tahunya bukan. Atau mungkin kami sudah setuju ternyata bukan, itu yang kami klarifikasi,” katanya.

Sebelumnya Ketua Fraksi PKS Jazuli Juwaini meminta pemerintah mengkaji ulang kebijakan bebas visa. Hal itu dikarenakan ada berbagai laporan pelanggaran warga negara asing di wilayah Indonesia sudah pada taraf yang mengkhawatirkan dan meresahkan.

“Laporan pelanggaran warga negara asing di wilayah Indonesia sudah pada taraf yang mengkhawatirkan dan meresahkan. Hal ini tidak bisa dilepaskan dari sejumlah kebijakan pemerintah yang melonggarkan arus orang berupa kebijakan bebas visa,” kata Jazuli di Jakarta, Senin (19/12).

Dia kemudian mencontohkan kejadian diamankannya warga negara asing (WNA) berkebangsaan Cina yang kedapatan bertanam cabai yang mengandung bakteri berbahaya. Hal itu dikatakannya patut menjadi perhatian serius.

Selain itu menurut dia, yang tak kalah meresahkan adalah fenomena munculnya bendera-bendera negara asing di bumi pertiwi yang bukan pada tempatnya dan terjadi di beberapa wilayah.

“Lalu maraknya tenaga kerja asing dan tidak sedikit yang ilegal, sementara warga setempat sulit mencari makan sehingga menimbulkan kecemburuan dan gesekan,” ujarnya. (HR)

Baca Juga

Politisi PPP dan PAN Pindah ke PBB

Jakarta (PIKIRANUMAT)-Sejumlah politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) khittah dan politisi PAN berhijrah ke Partai Bulan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *