Sabtu , 20 Januari 2018
Home / BERITA / Majelis Hakim Tolak Eksepsi Ahok, Sidang Berlanjut ke Ragunan
Ribuan massa umat Islam dari berbagai ormas di depan PN Jakut, Jl Gajah Mada, Jakpus, Selasa pagi (27/12). [foto: zakir salmun]

Majelis Hakim Tolak Eksepsi Ahok, Sidang Berlanjut ke Ragunan

Jakarta (PIKIRAN UMAT) – Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Utara menolak eksepsi atau nota keberatan terdakwa kasus penistaan agama Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Sidang pun akan  dilanjutkan dengan pemeriksaan saksi-saksi.

“Menyatakan sah surat dakwan penuntut umum registrasi PDM 147/jkt/ut/ 2 tanggal 01 Desember
sebagai dasar pemeriksaan pada terdakwa,” kata Ketua Majelis Hakim Dwiarso Budi Santiarto dalam amar
putusan sela di PN Jakarta Utara, Jalan Gajah Mada, Jakarta Pusat, Selasa (27/12/2016).

Di dampingi empat hakim anggota, Dwiarso dalam putusannya juga memerintahkan jaksa penuntut umum  (JPU) untuk melanjutkan proses penyidikannya terhadap kasus Ahok yang juga gubernur non aktif DKI  Jakarta.

“Memerintahkan untuk melanjutkan penyidikan perkara atas nama terdakwa Basuki Tjahaja Purnama,” ujar Dwiarso.

Majelis hakim juga membebankan Ahok mengganti biaya perkara sampai dengan sidang putusan akhir. “Menangguhkan biaya perkara sampai dengan putusan akhir,” sebut Dwiarso.

Dengan ditolaknya eksepsi, sidang penistaan agama dengan terdakwa Ahok tetap dilanjutkan ke tahap  mendengar saksi-saksi. Namun, lokasi sidang dipindah ke Gedung Auditorium Kementerian Pertanian di Ragunan, Jakarta Selatan.

Usai memberi kesempatan bicara kepada terdakwa dan JPU, majelis hakim menunda sidang Ahok hingga Selasa 3 Januari 2017.

Sementara di luar sidang, ribuan orang melakukan aksi unjuk rasa supaya Ahok dijatuhi hukuman semaksimal mungkin. Mereka berasal dari berbagai elemen ormas Islam. [SR]

Baca Juga

Marah Besar pada AS, Abbas: Sialan Uang Anda!

Ramallah (PIKIRANUMAT) – Presiden Otoritas Palestina Mahmoud Abbas mengatakan Israel telah membunuh Kesepakatan Oslo. Dia …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *