Selasa , 12 Desember 2017
Home / MUSLIMAH / Waspada, Ini yang Diincar Predator Seksual dari Foto Anak di Medsos

Waspada, Ini yang Diincar Predator Seksual dari Foto Anak di Medsos

PIKIRAN UMAT – Masih segar dalam ingatan kita kasus pedofilia dan pornografi anak yang beberapa hari kemarin menghebohkan jagad maya. Kini saatnya lebih berhati-hati agar anak kita tidak jadi korban selanjutnya dari para predator seksual.

Wadah berekpresi yang digandrungi banyak orang tentu saja adalah media sosial. Dan mengunggah foto anak di media sosial memang sangat menyenanglan. Karena ada keluarga maupun kerabat kita yang memang menantikan tahapan perkembangan anak yang hanya bisa mereka pantau lewat media sosial.

Sayangnya, media sosial bukanlah tempat yang aman. Kendati kita sudah merasa bahwa hanya ada teman-teman dan saudara kita saja di Facebook, bahaya tetap mengancam anak kita.

Apalagi kita tak akan pernah tahu ada apa di balik identitas asli seseorang, karena predator seksual di sekitar kita selalu beroperasi dengan rapi dengan berkedok sebagai orang-orang yang sayang pada anak-anak.

Seperti halnya orang biasa yang sering mengidolakan artis tertentu, komunitas predator seksual pun memiliki kecenderungan itu. Apalagi jika orangtua si anak dengan senang hati terus menerus membagikan foto anaknya dalam berbagai gaya.

Sebenarnya mengunggah foto anak adalah hal yang sangat normal. Hanya saja di luar sana, kita tak akan tahu foto anak kita akan berakhir di tangan siapa nantinya dan untuk keperluan apa. Dengan demikian, kita perlu lebih berhati-hati lagi dalam menyebarkan foto anak.

Dilansir theasianparent, berikut jenis foto yang sering dicari oleh predator seksual:

Pose ‘duck face’

Pose yang sempat populer dengan posisi ‘memonyongkan’ bibir ini ternyata juga jadi hal yang cukup populer di kalangan pedofil untuk dikoleksi. Jika memiliki foto anak dengan pose seperti itu di album foto media sosial, maka sebaiknya hapus saja fotonya mulai dari sekarang.

Foto dengan baju renang

Bagi orang pada umumnya, melihat anak mengenakan baju renang adalah sesuatu yang lucu. Namun, itu adalah ‘tangkapan besar’ bagi para predator yang dapat mereka koleksi untuk jadi bagian dari fantasi seksual mereka.

Foto ‘lucu’ dengan banyak likes

Predator seksual tak segan untuk membayar foto yang sesuai dengan seleranya. Jika ia tak mendapatkan akses ke foto lucu tersebut karena tidak berteman, maka ia tak akan keberatan untuk mengupah orang yang bisa mengakses foto tersebut dan menyimpannya sebagai koleksi pribadi.

Jika demikian, lalu sebaiknya apa yang harus kita lakukan?

Tanyakan beberapa hal ini pada diri kita sendiri sebelum memutuskan untuk mengunggah foto anak di media sosial:

Apakah anak sudah berpakaian dengan benar?

Jika anak sudah berpakaian dengan benar, tanyakan diri kita sendiri, apakah pakaian yang dikenakan oleh anak akan dapat diedit macam-macam oleh orang lain?

Jika masih ada peluang untuk dapat diedit, urungkanlah niat mengunggah foto anak tersebut. Tapi jika tidak, tentu tak jadi masalah untuk tetap mengunggahnya.

Apakah akun media sosial kita menggunakan pengaturan publik?

Jika siapa saja dapat melihat profil media sosial kita, bahkan mereka yang tidak kita kenali sekalipun, maka besar kemungkinan kita memberi kesempatan pada predator seksual untuk bertindak jahat.

Usahakan selalu memerhatikan settingan privacy pada facebook sebelum mengunggah foto anak. Jika tujuan posting foto adalah untuk mengabarkan pada keluarga tentang perkembangan anak, maka cukup menaruhnya di grup keluarga.

Sudahkah kita menggunakan watermark?

Watermark atau tanda air adalah sebuah tanda yang biasa berada di dalam foto seseorang atau sebuah produk untuk mencegahnya dari pencurian foto dan agar lebih sulit untuk diedit.

Sudahkah Kita matikan GPS di kamera?

Jangan sampai, GPS membawa musibah bagi anak. Usahakan untuk tak pernah memberitahu siapapun di media sosial di mana anak kita berada. Apalagi jika tempat tersebut adalah lokasi yang biasa dikunjunginya.

Jika setting privacy kita di facebook sudah benar, jangan mersa cukup. Ingatlah, siapapun akan dapat membobol akun maupun menyimpan gambar lewat tangkapan layar.

Oleh karenanya, jika kita memutuskan untuk membagikan foto lucu anak, jauh lebih baik jika kita pastikan pose maupun pakaian anak sudah cukup aman. Karena kita benar-benar tak bisa mengendalikan apapun di internet, meski ponsel ada di genggaman tangan kita.

Di atas segalanya, jangan berhenti mendoakan anak-anak kita. Mohonkan keselamatan anak-anak kepada pemilik-Nya, Allah Swt. Sebab, seperti apapun upaya kita dalam menjaga anak-anak, hanya Allahlah sebaik-baik pelindung dan sebaik-baik pemberi pertolongan bagi hamba-hamba-Nya, tak terkecuali buah hati kita. (HR)

Baca Juga

Barbie Luncurkan Boneka Berkerudung Pertama

Jakarta (PIKIRANUMAT) – Setelah 58 tahun jadi salah satu mainan anak perempuan terkemuka di dunia, …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *