Ketua Umum PPP, Djan Faridz (kedua dari kiri) deklarasi mendukung Ahok-Djarot.

Dipanggil Bawaslu Terkait Dugaan Politik Uang, Djan Faridz tak Datang

Jakarta (PIKIRAN UMAT) – Ketua Umum PPP yang juga pendukung Ahok, Djan Faridz diketahui tidak hadir memenuhi panggilan Bawaslu DKI dalam kasus dugaan politik uang yang dilakukannya beberapa waktu yang lalu.

“(Djan) tidak datang,” kata Komisioner Bawaslu DKI M Jufri, Rabu (5/4/2017).

Jufri mengatakan, justru yang datang memenuhi panggilan bukannya Djan, melainkan kuasa hukumnya guna memberikan klarifikasi.

“Yang datang kuasa hukumnya, memberikan klarifikasi (sekarang-hari ini),” kata Jufri.

Beberapa waktu lalu, Komunitas gerakan Kebangkitan Jawara dan Pengacara (BangJapar) melaporkan Ketua Umum PPP Djan Faridz ke Bawaslu DKI. Politikus pendukung Ahok itu dilaporkan ke Bawaslu terkait dugaan bagi-bagi uang saat kampanye untuk Ahok-Djarot pada 28 Maret 2017 lalu di Kemayoran, Jakarta Pusat.

“Beliau menghadiri dan setelah acara beliau mengeluarkan uang pecahan Rp50 ribu dan dibagikan kepada warga. Karena sekarang masih masa kampanye ya kami asumsikan itu pelanggaran kampanye,” kata Tim Advokasi BangJapar M Taufiqurrahman beberapa waktu yang lalu.

Taufiq mengatakan bahwa dugaan ini bisa dibuktikan dengan adanya timses yang teridentifikasi dengan baju kotak-kotak dan backdrop bergambar paslon nomor urut dua. Sehingga diasumsikan oleh BangJapar sebagai satu rangkaian dengan kampanye paslon nomor urut dua. (HR)

Baca Juga

Ahokers Manfaatkan Nenek 81 Tahun untuk Sebar Hoax

Jakarta (PIKIRAN UMAT) – Banyak berita hoax tersebar jelang Pilkada DKI putaran kedua. Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *