Selasa , 12 Desember 2017
Home / FIQH NISA / Hal yang Terlarang Dilakukan Istri pada Suami

Hal yang Terlarang Dilakukan Istri pada Suami

PIKIRAN UMAT – Betapa tinggi Islam menempatkan derajat seorang suami. Kepala rumah tangga yang mengambil tanggung jawab kebahagiaan dan keselamatan keluarganya di dunia dan akhirat.

Tak berlebihan kiranya bahwa ridho seorang suami merupakan kunci surga bagi para istri. Oleh karenanya, seorang istri mestilah memahami kewajiban sebagai istri serta hak-hak suami yang harus dipenuhi.

Tak hanya itu saja, seorang istri sholehah juga senantiasa berupaya menjauhi sikap dan tindakan yang tak seharusnya dilakukan terhadap suami.

Para istri, perlu diketahui, berikut hal-hal yang terlarang dilakukan oleh seorang istri pada suami:

Menentang perintah suami

Semua istri wajib taat dan patuh pada perintah suami selama tidak melanggar syariat agama. Menentang suami tak ubahnya menantang dosa dari Allah subhanahu wa ta’ala. Jadi, selama perintah suami masih dalam batas wajar, serta tidak bertentangan dengan syariat Islam, wajib bagi kita mematuhi perintah tersebut sebagai bentuk ketaatan pada suami.

Membuka aib suami

Tak dapat dipungkiri, bahwa tidak ada manusia yang sempurna di dunia ini. Apalagi jika membicarakan suami kita yang pada dasarnya hanya orang biasa di muka bumi. Pasti terdapat celah dalam tingkah lakunya bukan? Meski demikian, jangan sampai kita sebagai seorang istri mengumbar kekurangan suami di depan orang lain, terlebih di hadapan publik. Kurangi obrolan-obrolan tak penting bersama teman yang berujung dengan membicarakan aib suami masing-masing.

Menuntut belanja di luar kemampuan suami

Tentu kita pernah mendengar tentang seorang sosialita doyan belanja yang rupanya istri dari seorang koruptor. Bukan tak mungkin sang suami tergelincir melakukan perbuatan dosa ‘mengutil’ uang negara karena para istri menuntut uang belanja diluar batas kemampuan suami mereka.

Oleh karenanya, jangan sampai kita melakukan hal yang demikian. Selain hal tersebut menjadi beban berat bagi suami, kita sebagai istri pun akhirnya kehilangan sikap qonaah yang merupakan keutamaan seorang istri.

Percayalah, Allah Swt akan selalu mencukupi kebutuhan kita melalui nafkah yang diberikan suami. Jika merasa kurang, segera introspeksi, benarkah itu kebutuhan yang tak tercukupi, atau sekedar keinginan demi sebuah gaya hidup.

Merusak iman Islam suami

Secinta apa pun kita pada suami, jangan sampai melarangnya untuk melakukan ibadah atau menambah pengetahuan agamanya dengan dalih ditinggal. Terlebih menganjurkan suami melakukan perbuatan-perbuatan yang melanggar aturan agama. Na’udzubillahi min dzalik.

Menomorduakan suami

Ketika seorang wanita menikah, surganya berpindah dari orangtuanya ke suaminya, maka hanya dengan ridho suaminyalah seorang istri bisa mendapat keridhoan Allah dan surgaNya.

Dari Al Hushain bin Mihshan bahwa bibinya pernah mendatangi Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam untuk suatu keperluan. Setelah urusannya selesai, Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam pun bertanya kepadanya: “Apakah kamu mempunyai suami?” ia menjawab, “Ya.” Beliau bertanya lagi: “Bagaimana engkau baginya?” ia menjawab, “Saya tidak pernah mengabaikannya, kecuali terhadap sesuatu yang memang aku tidak sanggup.” Beliau bersabda: “Perhatikanlah, akan posisimu terhadapnya. Sesungguhnya suamimu adalah yang menentukan surga dan nerakamu (dengan keridhaannya terhadapmu atau ketidak sukaannya terhadapmu.pent). HR. Ahmad 31/341 no.19003. Dishahihkan oleh al-Albani di Silsilah al-Ahadits ash-Shahihah 6/220 no.2612

Berpergian tanpa izin suami

Tanggung jawab seorang perempuan setelah menikah ada di tangan suaminya. Jadi selangkah saja seorang perempuan keluar dari rumahnya, hal itu membutuhkan persetujuan suaminya. Jangan salah, sekalipun jarak yang kita tempuh pendek, bisa jadi suami tidak ridho dengan perjalanan kita.
Wallahu’alam bi showwab. (HR)

Baca Juga

Barbie Luncurkan Boneka Berkerudung Pertama

Jakarta (PIKIRANUMAT) – Setelah 58 tahun jadi salah satu mainan anak perempuan terkemuka di dunia, …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *