Abdel Hameed Alyousef,, warga Suriah menggendong bayi kembarnya dalam keadaan tak bernyawa.

Kisah Pilu, Saat Dua Bayi Kembar Suriah Meninggal Akibat Senjata Kimia

Damaskus (PIKIRAN UMAT) – Betapa pilu hati Abdel Hameed Alyousef, saat menggendong Aya dan Ahmed, bayi kembarnya yang berusia sembilan bulan dalam kondisi tak bernyawa di lengannya. Kedua bayi kembar ini meninggal dunia akibat serangan senjata kimia di Khan Sheikun, Provinsi Idlib Suriah.

Air matanya tak terbendung lagi. Dia bergumam, “Selamat tinggal, bayi, selama tinggal”. Sesekali Abdel membelai salah satu rambut bayi kembarnya yang telah tiada.

Duka itu saja belum cukup, sebab tak hanya kedua bayi kembar, namun Abdel juga kehilangan istri tercinta dan kerabat lainnya dalam serangan senjata kimia pada Selasa (4/4/2017) lalu di Khan Sheikun.
Pemandangan menyayat hati ini bagian dari dampak serangan yang mengakibatkan 72 orang meninggal dunia, termasuk 11 bocah di wilayah tersebut.

Dalam rekaman The Associated Press, Abdel duduk di kursi depan mobil van dengan dua bayi kembarnya. Matanya merah saat sepupunya, Alaa, menyampaikan ucapan perpisahan untuk kedua buah hatinya.

“Ketika serangan udara berlangsung, saya tepat di samping mereka dan saya membawa mereka di luar rumah dengan ibu mereka,” ujar Abdel, Kamis (6/4/2017).

“Mereka sadar pada awalnya, tetapi 10 menit kemudian kami bisa mencium bau,” ujarnya. Tak lama kemudian, si kembar dan istrinya, Dalal Ahmed, jatuh sakit.

Ia pun membawa sang istri dan dua bayi kembarnya ke paramedis. Dia berpikir mereka akan baik-baik saja dan pergi mencari sisa dari keluarganya.

Abdel menemukan jasad dua saudaranya, dua keponakan, tetangga dan teman-temannya.

”Saya tidak bisa menyelamatkan siapa pun, mereka semua meninggal dunia sekarang,” katanya.

Sejenak kemudian, dia meratapi kepergian istri dan kedua bayi kembarnya.

”Abdel Hameed dalam kondisi yang sangat buruk,” ujar sepupunya, Alaa. Dia dirawat karena paparan racun. ”Tapi, dia tersentak karena kehilangan (keluarga) yang besar.”

Pemerintah negara-negara Barat, terutama Amerika Serikat dan Inggris meyakini rezim Assad adalah pelaku dari serangan senjata kimia tersebut. (MH)

Baca Juga

Dubes Suriah untuk PBB Ketahuan Bohong Soal Situasi Aleppo

New York (PIKIRAN UMAT) – Duta Besar Suriah untuk PBB, Bashar Jaafari ternyata berbohong saat …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *