Sabtu , 20 Januari 2018
Home / EKONOMI SYARIAH / BWI dan Dompet Dhuafa akan Bangun Rumah Sakit Wakaf Mata di Serang
Ketua Yayasan Dompet Dhuafa, Ismail A Said dan Ketua BWI Slamet Riyanto sedang menandatangani MoU antara BWI dan Dompet Dhuafa, Kamis (07/04)

BWI dan Dompet Dhuafa akan Bangun Rumah Sakit Wakaf Mata di Serang

Jakarta (PIKIRANUMAT) – Badan Wakaf Indonesia (BWI) dan Dompet Dhuafa (DD) menandatangani nota kesepahaman untuk meningkatkan akses layanan kesehatan masyarakat. Dalam nota kesepahaman itu BWI dan DD sepakat untuk mendirikan rumah sakit wakaf (RSW) spesialis mata di Provinsi Banten, tepatnya di Kecamatan Taktakan, Kota Serang.

“Kerja sama ini kami harapkan bisa mewujudkan suatu rumah sakit berbasis wakaf dan bisa diakses semua lapisan masyarakat,” kata Ketua BWI Slamet Riyanto, di Jakarta, Kamis (6/4/2017).

Selain itu, ia berharap kerja sama ini menjadi suatu terobosan dalam pengembangan aset wakaf produktif di Indonesia. Jadi, kata Slamet, pengembangan aset wakaf produktif tidak harus dikerjakan sendiri oleh nazhir, tetapi bisa dikerjakan bersama dengan pihak lain.

RSW BWI-DD secara fisik sudah berdiri dan pembangunannya mencapai 70 persen. Saat ini ada beberapa perbaikan di beberapa titik bangunan saja.

Slamet Riyanto menambahkan, masyarakat tidak perlu khawatir saat berobat di RSW. Biaya berobat bisa ditanggulangi seratus persen. Dengan kerja sama ini, ada beberapa skema yang digunakan dalam melayani pasien yang tidak mampu.

“Ada yang ditanggulangi BPJS; ada juga yang ditanggulangi dana zakat; jadi tidak usah khawatir,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Yayasan Dompet Dhuafa, Ismail A Said, menegaskan bahwa masyarakat yang tidak mampu bisa mendapatkan pelayanan kesehatan secara gratis dari rumah sakit wakaf ini. Meski begitu, rumah sakit juga melayani pasien dari semua kalangan. Selain itu, kata Ismail, RS juga akan memberikan kemudahan-kemudahan kepada pasien.

“Bagaimana pasien menuju tempat berobat itu yang jadi masalah. Makanya kami menyediakan ambulans. Kalau diperlukan kita antarjemput,” kata Ismail kepada usai menandatangani nota kesepahaman, di Kantor BWI.

Menurut Ismail, masyarakat dhuafa yang belum memiliki BPJS akan ditolong dengan menggunakan dana zakat. Sementara, untuk mereka yang dhuafa dan memiliki BPJS maka biaya berobat akan ditanggung BPJS. Tapi, dalam kenyataannya di lapangan tidak semua obat ditanggung BPJS. [SR]

Baca Juga

ZIS Indosat Kerja Sama dengan Rumah Wakaf Kelola Wakaf Produktif

Jakarta (PIKIRANUMAT) – Tahun 2017 telah berjalan pengelolaan dana Zakat, Infaq dan Sedekah dari karyawan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *