Selasa , 12 Desember 2017
Home / HEALTH / Masyarakat Banyak yang Belum Percaya Bahaya Rokok
Tenaga Ahli Dewan Jaminan Sosial Nasional (DJSN) Prof Hasbullah Thabrany.

Masyarakat Banyak yang Belum Percaya Bahaya Rokok

Jakarta (PIKIRANUMAT) – Tenaga Ahli Dewan Jaminan Sosial Nasional (DJSN) Prof Hasbullah Thabrany mengatakan masih banyak pihak di Indonesia yang belum percaya akan bahaya rokok karena hasil penelitian dan pembuktian yang masih rendah.

“Selama ini kampanye pengendalian tembakau di Indonesia masih meminjam fakta-fakta yang ditemukan dalam penelitian di negara lain. Fakta di Indonesia belum cukup kuat secara ilmiah,” kata Hasbullah dalam salah satu diskusi panel pada Konferensi Indonesia untuk Tembakau atau Kesehatan (ICTOH) ke-4 di Jakarta, Selasa.

Salah satu hasil penelitian yang kerap dipinjam adalah dari laporan Kementerian Kesehatan Amerika Serikat yang melakukan pemantauan pengendalian tembakau selama 50 tahun. Hasilnya, penyakit kronis akibat rokok yang ditemukan di Amerika Serikat tidak banyak berbeda dengan yang ada di Indonesia.

Namun, Hasbullah mengatakan masih banyak pejabat eksekutif dan legislatif di Indonesia yang tidak mau percaya hasil penelitian dari Amerika Serikat karena menganggap jenis rokok di dalam negeri berbeda dengan di luar negeri.

“Yang tidak paham statistik jelas tidak percaya dengan hasil penelitian itu. Mereka mengatakan kakek mereka berusia 80 tahun masih merokok juga tetap sehat,” tuturnya.

Padahal, Hasbullah mengatakan bila melihat kecenderungan yang terjadi, data yang digunakan pada penelitian di Amerika Serikat cocok digunakan di Indonesia.

“Di Amerika Serikat, beban biaya penyakit akibat rokok sudah terlihat. Di Indonesia belum,” ujarnya. [AF/ANTARA]

Baca Juga

Kena Wasir? Begini Cara Mengatasinya

Jakarta (PIKIRANUMAT) – Tidak bisa dimungkiri, kebiasaan makan masyarakat semakin berubah. Semakin banyak orang memilih …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *