Selasa , 26 September 2017
Home / INSPIRASI / Simprug Golf 2 Dikukuhkan Menjadi Kampung Gerak Bareng

Simprug Golf 2 Dikukuhkan Menjadi Kampung Gerak Bareng

Jakarta (PIKIRANUMAT) – Ahad malam, 3 Juli 2016, setahun yang lalu, tak ada yang menyangka akan terjadi sebuah kebakaran hebat melanda dari Simprug Golf 2, kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Seusai melaksanakan sholat Tarawih, sebagian besar warga Simprug Golf 2 bersiap untuk istirahat, dan sebagian lagi mempersiapkan keperluan untuk sahur esok. Suasana tenang di malam ke 26 Ramadhan nampak melingkupi warga Simprug Golf 2.

Namun, sekitar pukul setengah satu dini hari, ketenangan warga tiba-tiba berubah menjadi kepanikan. Tatkala si jago merah melahap beberapa rumah di wilayah tersebut. Seluruh warga berlarian keluar rumah menyelamatkan nyawa, diri dan keluarganya. Sebagiannya mencoba membantu memadamkan api yang berkobar hebat dan mulai merembet ke rumah-rumah lainnya. Belum tampak satupun mobil pemadam kebakaran yang tiba. Upaya yang nampak sia-sia. Kobaran api mulai menghanguskan satu per satu rumah warga. Tak ada harta benda yang sempat mereka selamatkan. Hanya menyisakan pakaian yang menempel di badan. Warga pasrah. Bersamaan dengan jerit tangis yang mulai pecah.

Iya, kejadian kebakaran setahun yang lalu di wilayah yang dihuni oleh 285 kepala keluarga tersebut masih menyisakan kisah pilu. Lebih dari 500 orang kehilangan tempat tinggal. Bencana yang terjadi 3 hari menjelang hari raya Idul Fitri tersebut seolah menjadi bagian dari kisah sedih perjalanan hidup warga Simprug Golf 2, yang terpaksa merayakan lebaran di bawah tenda-tenda pengungsian.

Saat itu, belum lagi kering air mata mereka karena kebakaran, datang lagi ancaman penggusuran dari penguasa. Muncul intimidasi dari Pemprov DKI yang menginginkan mereka pindah dari tempat yang telah puluhan tahun mereka tempati. Melalui perintah Walikota Jakarta Selatan, warga kampung Simprug Golf 2 dilarang membangun kembali rumah-rumah mereka yang telah luluh lantak. Warga kampung Simprug akan direlokasi ke rumah susun, dengan alasan wilayah tersebut akan digunakan untuk pelebaran jalan. Kabar ini laksana garam yang ditaburkan ke hati warga yang tengah luka oleh penguasa, perih! Tentu saja hal ini membawa duka yang semakin dalam kepada warga. Bencana dan ancaman datang beriringan, tanpa jeda.

Kekompakan Berbuah Kebangkitan

Sebelas bulan sudah kejadian itu berlalu. Meski masih menyisakan cerita sedih, namun tidak pernah menyurutkan kekuatan masyarakatnya untuk bangkit. Kampung Simprug yang dulu terkenal gelap dan bikin ‘ngeri’ bagi siapapun yang melaluinya sebelum terjadinya kebakaran, kini telah menjadi kampung yang terang dan ramah. Kampung Simprug yang tahun kemarin luluh-lantak hanya tersisa puing-puing akibat kebakaran, saat ini telah berubah menjadi kampung dengan hunian yang terbangun rapi dan asri.

Bersama komunitas Gerak Bareng, yang sejak awal kejadian bencana kebakaran terjadi di Simprug Golf 2 memberikan bantuan, dukungan, dan support kepada warga yang menjadi korban, warga bergotong royong bersama, bahu-membahu membangun kembali kampung Simprug pasca bencana.

Ancaman relokasi dan penggusuran dari penguasa berhasil dimediasi oleh komunitas Gerak Bareng bersama DPRD DKI Jakarta untuk melobi pemerintah daerah dengan memberikan jaminan bahwa kampung Simprug akan terbangun dan tertata rapi. Kekompakan warga menjadi kuncinya. Seluruh warga sepakat tidak mau direlokasi. Tidak ada satu orang pun warga Simprug yang setuju untuk pindah dari kampung halaman mereka ke rumah susun. Kekompakan telah menjadi kekuatan warga untuk membangun Simprug Golf 2. Kekuatan yang telah berhasil membawa perubahan bagi kampung tersebut.

Seperti yang disampaikan oleh founder Komunitas Gerak Bareng, Ahmad Zaki, di acara pengukuhan kampung Simprug Golf 2 sebagai Kampung Gerak Bareng, minggu malam (11/06), yang atas inisiatif warga agar kampung tersebut menjadi Kampung Gerak Bareng.

“Selain atas ridlo Alloh Subhanahu wa ta’ala, bangkitnya kampung Simprug Golf 2 ini pasca kebakaran hebat dan ancaman penggusuran pasca bencana kebakaran tahun lalu, juga karena kekompakan dan semangat dari bapak-bapak dan ibu-ibu warga kampung Simprug Golf 2, yang bergotong-royong, bahu membahu membangun kembali kampung ini,” tutur Zaki.

Menurut Zaki, kampung Simprug Golf 2 saat ini kondisinya bahkan jauh lebih baik dari pada saat sebelum terjadinya bencana. Selain rumah-rumah yang dibangun saat ini tertata sangat rapi, jalan-jalan di kampung ini juga lebih lebar dibandingkan sebelumnya, pohon-pohonan dan tanaman perdu telah tumbuh asri, serta lampu-lampu jalan yang menerangi kampung ini. Secara sosial juga, warga kampung Simprug Golf 2 semakin memiliki rasa kekeluargaan, rasa kebersamaan dan kekompakan yang semakin kuat.

Hal senada juga disampaikan oleh Bapak Lukman, warga yang juga sebagai salah satu ketua RT kampung Simprug Golf 2, yang menyampaikan bahwa kondisi kampung ini jauh lebih baik dibandingkan dahulu sebelum terjadinya kebakaran.

“Alhamdulillah, sekarang lebih baik. Pasca kebakaran, warga kampung ini dengan semangat luar biasa tergerak untuk bangkit. Sehingga hasilnya seperti sekarang ini, jauh lebih baik,” ujar Lukman, yang juga diamini oleh warga yang lain.

Kampung Simprug Golf 2, sambung Zaki, terbangun karena nilai-nilai positif yang dimiliki oleh warganya. Dan nilai-nilai positif inilah yang kemudian menginspirasi komunitas dan warga untuk menamakan kampung Simprug Golf 2 sebagai Kampung Gerak Bareng.

Rencananya, di Simprug Golf 2 akan dibangun Bank Beras, yang nantinya akan dibangun semacam ATM beras, sehingga warga yang kurang mampu bisa mengakses beras tersebut, mengambilnya untuk keperluan sehari-hari. Deposito beras nantinya akan diisi oleh donatur, oleh komunitas, dan oleh warga sekitar yang mampu. Sehingga tidak ada lagi warga yang tidak memiliki beras untuk makan.

Selain itu, akan ada warung makan gratis tiap hari Jum’at, yang dilakukan secara bergilir dari warung-warung makan yang ada disana. Juga, pemudanya akan dilatih oleh komunitas tentang tanggap bencana. Dan ada beberapa program lagi dilaksanakan di Simprug Golf 2. Rencananya kedepan, Kampung Simprug Golf menjadi pilot project kampung kebaikan, yang bisa ditularkan kepada-kampung lainnya, di seluruh Indonesia.

“Kebaikan harus ditularkan. Kebaikan harus disebarkan. Dan kampung Simprug Golf 2 yang saat ini telah menjadi kampung Gerak Bareng ini, memiliki semua nilai-nilai kebaikan di dalamnya. Nilai positif yang harus ditularkan kepada kampung-kampung lainnya di luar sana. Kampung Simprug Golf 2 ini sangat layak di jadikan sebagai pilot project dari kampung kebaikan,” ungkap Zaki.

Dalam acara pengukuhan kampung Simprug Golf 2 sebagai Kampung Gerak Bareng tersebut, yang dihadiri oleh hampir seluruh warga kampung Simprug Golf 2, juga diadakan pembacaan ayat suci Al Qur’an oleh anak-anak, Testimoni warga, juga diadakan nonton bareng film dokumenter kejadian kebakaran yang melanda kampung Simprug tahun lalu.

Acara yang digelar sejak pukul 20.30, seusai sholat Tarawih ini, berlangsung semarak dan hikmad. Ada keharuan, kesedihan, kebanggan, dan kebahagian dari warga yang hadir disana. Ketika acara selesai sekitar pukul 23.30 Wib, tampak warga saling bersalaman dan berpelukan penuh keharuan dan kebanggaan. Acara diakhiri dengan makan bareng seluruh warga kampung Simprug Golf 2.

Perlu diketahui, bahwa Komunitas Gerak Bareng merupakan sebuah wadah dimana para pegiat kemanusiaan dari lintas komunitas dan lintas lembaga, yang berkolaborasi untuk membantu menyelesaikan permasalahan sosial di masyarakat, dengan semangat hablum minallah dan hablum minannaas, dengan dilandasan Lillahi ta’ala.

Sesuai dengan filosofinya, dalam komunitas GerakBareng semua lapisannya bergerak dan berperan aktif secara terkoordinasi dan tertata sehingga diharapkan mampu menghasilkan solusi yang cepat, tepat, dan taktis bagi permasalahan sosial ekonomi yang banyak tersebar di masyarakat, yang kadang tidak terdeteksi dan tidak tersentuh oleh relawan yang lain, baik yang sifatnya personal maupun komunal, dapat ditangani oleh komunitas GerakBareng.

Berbagai latar belakang profesi yang tergabung dalam GerakBareng memperkaya komunitas ini dan harapan kami dengan kekayaan SDM yang ada kami mampu bergerak lebih cepat, dan membantu lebih banyak. [Nadim]

Baca Juga

Kita Pay Hadir untuk Umat

Jakarta (PIKIRANUMAT) – Data dari Bank Dunia tahun 2016 menyebutkan, angka kemiskinan penduduk indonesia, yang …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *