Senin , 11 Desember 2017
Home / INSPIRASI / Kita Pay Hadir untuk Umat

Kita Pay Hadir untuk Umat

Jakarta (PIKIRANUMAT) – Data dari Bank Dunia tahun 2016 menyebutkan, angka kemiskinan penduduk indonesia, yang mayoritasnya beragama Islam mencapai angka 10,86% dari total penduduk di Indonesia. Tentu masalah ini butuh penyelesaian cepat dengan upaya yang cermat.

Disisi lain, pakar ekonomi saat ini berpendapat, bahwa bisnis keuangan mikro (microfinance) telah menjadi wacana global sebagai industri yang diyakini oleh banyak pihak mampu menjadi jalan keluar efektif untuk mengatasi kemiskinan, pengangguran dan kesenjangan, serta memberdayakan ekonomi rakyat.

Sudah tentu akan sangat penting jika industri microfinance ini dikembangkan di Indonesia. Apalagi jika kemudian industri ini dikelola secara syariah, maka tingkat pemberdayaan ekonomi umat Islam –sebagai penduduk mayoritas dinegeri ini– akan terangkat. Dan tentu akan menjadikan umat Islam ke depannya sebagai pelaku ekonomi terbesar di negeri ini.

Hal inilah yang ditangkap oleh Majelis Ta’lim Wirausaha (MTW), sebuah lembaga komunitas majelis ta’lim yang peduli dan concern dengan perekonomian umat berbasis syariah, yang sebelumnya telah sukses mempelopori pendirian mini market syariah, Kita Mart, dengan menghadirkan bisnis microfinance berupa produk financial technology (Fintech) berbasis Android bernama Kita Pay, Senin sore (19/06) di Jakarta.

Aplikasi Kita Pay ini memberikan layanan transaksi berbagai macam pembayaran/tagihan secara elektronik, seperti: layanan pembayaran Payment Point Online Bank (PPOB), berupa pembelian Pulsa Operator, Pembayaran Abonemen PLN, Pembelian Token listrik, pembayaran BPJS, serta layanan merchant toko, termasuk dari Kita Mart, dengan menggunakan tekhnologi QR-Code.

Menurut pimpinan MTW, sekaligus founder Kita Mart dan Kita Pay, Ustadz Valentino Dinsi, Kita Pay ini awalnya dihadirkan untuk melengkapi sistem elektronik Mini Market Kita Mart. Dengan sistem ini, lanjut Ustad Valentino, konsumen yang sekaligus sebagai pemilik (investor) Kita Mart yang terdiri dari ratusan orang tersebut dapat melihat secara real time omset, profit serta bagi hasil para investor. Dengan demikian, transparansi dan akuntabilitas bisnis Kita Mart dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat.

“Biar kasir dan supplier nggak bisa main-main, karena proses bisnisnya diawasi oleh ratusan investor setiap saat,” tutur Ustadz Valentino Dinsi.

Namun, dengan berjalannya waktu dan tingginya minat investor akan pendirian toko retail berbasis syariah di berbagai daerah, maka Kita Pay pun dikembangkan menjadi sarana usaha bagi masyarakat agar bisa ikut serta dalam membangun ekonomi umat.

Ustadz Valentino mengaku, Saat ini permintaan untuk menghadirkan Kita Mart cukup banyak. Bukan hanya kawasan Jadebotabek, tapi juga di seluruh Indonesia. Namun, pihaknya tak bisa mengcover kebutuhan itu.

“Saat ini, kita baru bisa meng-cover Jabotabek, dan Jawa Barat,” kata ustadz Valentino.

Untuk mengantisipasi ketersediaan produk atas tingginya permintaan tersebut, Kita Mart menggandeng sang raja retail di Indonesia saat ini, Chairul Tanjung, dengan Carrefour dan Transmartnya, untuk mensupplay kebutuhan Kita Mart di seluruh Indonesia.

“Beliau sangat mendukung Kita Mart untuk dibuka di seluruh Indonesia,” imbuhnya.

Kita Pay dan Kita Mart, sambung ustadz Valentino, diharapkan menjadi bisnis model dari pembangunan ekonomi umat. Mimpinya, mengembangkan 100.000 Kita Pay dan Kita Mart berbasis masjid dan masyarakat sekitar.

“Apa yang MTW lakukan melalui Gerakan Membangun Ekonomi Umat Berbasis Masjid adalah salah satu upaya membangkitkan ekonomi umat,” ujarnya.

Menurutnya, ekonomi umat harus dibangkitkan secara maksimal, agar umat Islam secara ekonomi bisa berdaya, dan menjadi pelaku utama dan penguasa ekonomi di negeri, terutama pasca Aksi Bela Islam 212 di bulan Desember tahun 2016 kemarin, yang menunjukkan dan membuktikan begitu kuatnya persatuan umat Islam.

“Spirit 212 harus kita rawat dengan meningkatkan ekonomi umat, dengan cara meningkatkan kualitas ekonomi umat dan berbagi, ” ucap ustadz Valentino.

Untuk itu, sambung ustadz Valentino, di dalam aplikasi Kita Pay ini, terdapat fitur Kita Peduli. Aplikasi ini diberikan untuk memudahkan untuk berbagi dengan sesama. Aplikasi Kita Peduli ini bisa digunakan untuk membayar Zakat, Infaq dan Sedekah.

Kita Peduli menggandeng lima lembaga zakat, infaq dan shodaqoh (ZIS) terbesar dan terbaik di bidangnya, seperti Rumah Zakat, IZI, Dompet Dhuafa, Baznas, dan Aksi Cepat Tanggap (ACT).

Selain itu, rencananya, aplikasi ini akan terus dikembangkan dengan berbagai fitur yang memudahkan pengguna untuk memenuhi kebutuhan dirinya, baik kebutuhan jasmaninya, juga kebutuhan ibadahnya (ruhani).

“Jadi, ke depannya, disamping ada Kita Mart, Kita Pay, juga ada Kita Peduli, akan ada Kita Jek, Kita Car, Kita Food dan Kita-Kita lainnya. Insyaallah akan ada 500 jasa yang akan dimunculkan. Ini semua menjadi milik umat Islam,” pungkasnya.

Untuk diketahui, Majelis Ta’lim Wirausaha (MTW) didirikan oleh Ustadz Valentino Dinsi, SE, MM, MBA pada 17 Maret 2015 lalu. Kemudian, MTW membangun sebuah gerakan bernama Gerakan Membangun Ekonomi Umat Berbasis Masjid yang dicanangkan pada 24 September 2016 di Masjid Istiqlal.

MTW telah mengadakan Pelatihan Mandiri Masjid: Membangun Ekonomi Umat Berbasis Masjid yang dihadiri lebih 5.000 orang perwakilan 2.353 masjid dari seluruh Indonesia dan Malaysia.

Tindak lanjut dari Pelatihan Masjid Mandiri dan untuk tetap menjaga spirit 212 adalah Latihan Kader Masjid Mandiri, sebuah pelatihan untuk membangun ekonomi umat berbasis masjid serta mencetak Pemimpin Masa Depan Indonesia, dan menyatukan umat Islam di bidang ekonomi serta memfungsikan masjid sebagaimana fungsi masjid di zaman Rasululah Saw. [Nadim]

Baca Juga

Simprug Golf 2 Dikukuhkan Menjadi Kampung Gerak Bareng

Jakarta (PIKIRANUMAT) – Ahad malam, 3 Juli 2016, setahun yang lalu, tak ada yang menyangka …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *