Selasa , 12 Desember 2017
Home / BERITA / Masjid Asy-Syarif Al-Azhar Deklarasikan Gerakan Indonesia Shalat Subuh Berjamaah
Sekjen FUI KH Muhammad Al Khaththath saat meluncurkan GISS di Masjid As Syarif Al Azhar di BSD, Tangsel.

Masjid Asy-Syarif Al-Azhar Deklarasikan Gerakan Indonesia Shalat Subuh Berjamaah

Tangsel (PIKIRANUMAT) – Sekjen Forum Umat Islam (FUI) KH Muhammad Al Khaththath mendeklarsikan Gerakan Indonesia Shalat Subuh Berjamaah (GISS) di Masjid Asy-Syarif Al-Azhar, BSD, Tangerang Selatan, Kamis (17/8/2017).

Dalam sambutannya sebagai Ketua GISS, Ustaz MAK –panggilan akrabnya- berkeinginan agar shalat subuh berjamah bisa seperti shalat Jumat yang penuh dengan jamaah.

Usamah Hisyam selaku Sekretaris GISS mengucapkan terima kasih kepada Al Khattath yang sudah bisa hadir dalam rangka pencanangan GISS kota Tangerang Selatan (Tangsel). Dan dia juga bersyukur karena sudah banyak Masjid yang berminat dengan apa yang di gagas oleh Al-Khattath ini.

“GISS baru dua pekan lalu disosialisasikan. Alhamdulillah sampai hari ini sudah hampir seratus masjid di seluruh Indonesia yang mendaftar untuk melaksanakan Indonesia sholat subuh,” ujar Usamah

Selain itu dia berjanji setelah GISS disosialisasikan ke seluruh Indonesia akan menggelar deklarasi tingkat nasional. “Karena Ketua GISS sudah mencanangkan Insya Allah pada tahun 2020 seluruh sholat subuh jamaah di Masjid sudah seperti sholat jumat yang ada di masjid seluruh Indonesia, ” ungkapnya.

Sebagai Ketua Umum Persudaraan Muslim indonesia (Parmusi) Usamah mendukung penuh kehadiran GISS yang dipimpin oleh Ustaz Al Khattath.

“Sebagai Ketua Umum Parmusi saya ingin mencanangkan GISS, karena di sini banyak kader Parmusi saya lihat pengurus tingkat kabupaten/kota di Tangerang hadir, juga pengurus kecamatan. Parmusi mendukung penuh GISS yang dipimpin Ustadz Muhammad Al Khattath dan saya sebagai Sekretaris Nasional GISS, ” tegasnya.

Tidak lupa Usamah juga menyinggung terkait keadaan Indonesia yang kompleks akan tingkat kemiskinan, pencurian, perampokan, korupsi dan upaya-upaya menjauhkan negara dari Islam. Untuk itu, kata Usamah, dalam mengatasi permasalahan seperti itu perlu adanya solusi, yaitu dengan GISS ini.

“Allah sudah berjanji pada orang-orang yang soleh akan diberikan pemimpin yang beriman dan diberikanpemimpin yang memilik iman yang takwa serta memiliki kekuasaan di muka bumi. jadi pemimpin hanya akan hadir bilamana rakyatnya benar-benar soleh. Salah satu indikator kesolehan umat Islam di muka bumi adalah bersholat subuh jamaah,” tandasnya.

Dia menambahkan, jangan bicara Islam jika tidak melakukan sholat subuh berjamaah.

“Oleh karena itu target kita dengan GISS insyaallah 2019 nanti seluruh pemimpin daerah dari kabupaten/kota, gubernur hingga presiden adalah datang dari masjid, dan yang akan memilih itu semua adalah kita,” pungkasnya.

Sebelumnya pada 4 Agustus 2017 tokoh ulama dan aktivis Islam Jabotabek melakukan musyawarah untuk membentuk suatu gerakan yang dinamakan GISS. Meski baru, peminat untuk bergabung dengan GISS sudah banyak dari berbagai daerah.

Alhamdulillah, meskipun pembentukan GISS belum sampai sepekan dan belum dicanangkan secara nasional, tetapi minat masjid-masjid di berbagai daerah untuk bergabung dalam GISS cukup tinggi,” ungkap Usamah.

Tugas utama GISS adalah menjalin kerja sama dengan seluruh organisasi kemasyarakatan (ormas), Dewan Kemakmuran Masjid (DKM), lembaga-lembaga Islam untuk bersama-sama mengajak, mengimbau, dan menggerakkan umat Islam agar menegakkan sholat subuh berjamaah. []

Baca Juga

Bertemu Ketua Parlemen Turki, Ketum DDII Ingatkan Hubungan Panjang Indonesia-Turki

Istanbul (PIKIRANUMAT) – Ketua Umum Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia, Mohammad Siddik MA, pekan lalu berkesempatan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *