Selasa , 12 Desember 2017
Home / BERITA / API Jabar Desak Jaksa Kasus Buni Yani Dimutasikan
Ketua API Jabar Asep Syaripuddin.

API Jabar Desak Jaksa Kasus Buni Yani Dimutasikan

Bandung (PIKIRANUMAT) – Ratusan massa yang tergabung dalam Aliansi Pergerakan Islam (API) Jabar melakukan unjuk rasa di depan Kantor Kejaksaan Tinggi Jawa Barat Jl. RE Martadina Kota Bandung, Selasa (10/10/2017). Dalam kesempatan tersebut perwakilan massa juga melakukan orasi diatas mobil bak terbuka yang didesign untuk mimbar orasi dengan sound system.

Massa menuntut Jaksa Penuntut Umum (JPU) kasus yang menjerat Buni Yani agar dipindahkan (mutasi) dari wilayah Jawa Barat. Alasannya karena JPU dianggap tidak profesional dalam melakukan penuntutan kepada terdakwa Buni Yani.

“Dapat kita perhatikan selama pemeriksaan sejak di tingkat pelaporan, penyelidikan, penyidikan hingga kasus ini dinyatakan lengkap oleh kejaksaan (P21) pemeriksaan hanya dilakukan terhadap dugaan pelanggaran pasal 28 ayat 2 UU ITE. Namun dalam tuntutannya JPU menggungakan pasal 32 ayat 1 UU ITE,” ungkap ustdaz Asep Syaripudin selaku koordinator API Jabar dalam orasinya.

Lebih lanjut ustadz Asep menyampaikan bahwa fakta selama persidangan berlangsung dimana dirinya selalu mengikutinya didapat hampir seluruh alat bukti dalam pengadilan menunjukkan bahwa Buni Yani tidak memiliki niat jahat baik atas delik dalam Pasal 32 ayat 1 maupun 28 ayat 2 UU ITE.

“Seharusnya dapat disimpulkan unsur kesengajaan atau niat jahat tidak terbukti. Oleh karenanya yang dilakukan Buni Yani (memposting di FB) akan pidato Ahok (yang sudah divonis bersalah, red) bukanlah perbuatan jahat,” imbuhnya.

Namun, sambung ustadz Asep, JPU justru malah menuntut Buni Yani dengan tuntutan 2 tahun penjara dan denda Rp. 100 juta. Menurut ustadz Asep tuntutan JPU ini bukan hanya menyakitkan bagi terdakwa tapi juga memprihatinkan bagi rakyat Indonesia dalam hal penegakkan hukum. Hal inilah yang dianggap Asep dan teman-temannya atas ketidakprofesionalan JPU dalam menjalankan fungsinya.

“Apalagi si pelalu yang diunggah dalam video tersebut yakni Ahok terbukti bersalah dan sudah divonis hukum. Berdasarkan ini saja seharusnya Buni Yani justru dibebaskan,” tambahnya.

Untuk itu pihaknya dan elemen yang tergabung dalam aliansi yang dipimpinnya akan terus mengupayakan keadilan. Menurutnya apa yang dilakukan JPU terhadap terdakwa Buni Yani tidak mencerminkan azas keadilan di Indonesia. [Suwandi]

Baca Juga

Respon Kondisi Terkini, Dubes Saudi Silaturahim dengan Pimpinan Ormas Islam

Jakarta (PIKIRANUMAT) – Duta Besar Kerajaan Saudi Arabia untuk Indonesia Osama bin Mohammed Abdullah Al …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *