Selasa , 12 Desember 2017
Home / EKONOMI SYARIAH / BAZNAS Gelar Pelatihan Manajemen Zakat untuk Pengurus UPZ

BAZNAS Gelar Pelatihan Manajemen Zakat untuk Pengurus UPZ

Jakarta (PIKIRANUMAT) – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) bersinergi mengampanyekan optimalisasi gerakan pengumpulan dana zakat, infak dan sedekah (ZIS). Untuk itu, BAZNAS mengadakan pelatihan manajemen zakat bagi pengurus Unit Pengumpul Zakat (UPZ).

“Ini untuk meningkatkan pelayanan pengelolaan zakat di kementerian dan lembaga negara, BUMN dan swasta,” ujar Kepala Divisi Unit Pengumpul Zakat (UPZ) BAZNAS Faisal Qosim di Jakarta, Ahad (22/10/2017).

Dia menambahkan, pelatihan manajemen zakat diharapkan bisa membawa informasi dan semangat kebangkitan zakat di lingkungan pengelola UPZ.

“Mudah-mudahan melalui kegiatan ini semakin menyadarkan umat menunaikan zakat ke lembaga resmi, sehingga upaya pengentasan kemiskinan di negeri ini lancar dan sukses,” ujar alumni Universitas Al-Azhar Kairo, Mesir, ini.

Dalam kesempatan tersebut, perwakilan Ditjen Pajak menyampaikan presentasi materi bertajuk “Perlakuan Perpajakan terhadap Zakat” oleh Syafatul Arief dari Subdit PPh Badan Direktorat Peraturan Perpajakan II. Kemudian, Kepala Subdit PPh Badan Ditjen Pajak Ary Festanto tampil dengan makalah “Zakat Pengurang Penghasilan Terkena Pajak”.

Ary menjelaskan, regulasi telah mengatur bahwa zakat dapat dijadikan pengurang penghasilan terkena pajak.

“Ini bentuk rangsangan yang diberikan pemerintah agar masyarakat tergerak hatinya menunaikan zakat. Tapi harus diingat, para muzaki harus membayar zakat ke instansi legal sesuai undang-undang. Yaitu melalui lembaga yang diakui negara, diantaranya adalah BAZNAS,” kata Ary.

Menurut dia, dengan mendapatkan Nomor Pokok Wajib Zakat (NPWZ) saat membayar zakat melalui BAZNAS, maka bukti setornya bisa dijadikan instrumen pengurang penghasilan terkena pajak.

“Bukti pembayaran tersebut dilampirkan saat membayar pajak penghasilan, hal ini berlaku untuk perorangan dan badan,” ucapnya.

Pada sesi “Mengenal Lebih Dekat Peran Unit Pengumpul Zakat (UPZ)”, pemaparan disampaikan narasumber BAZNAS. Yakni, Kepala Bagian Sosialisasi Komunikasi UPZ, Agus Siswanto dan Kepala Bagian Layanan UPZ, Mohan.

Menurut Mohan, UPZ berperan sebagai pengumpul zakat yang merupakan perpanjangan tangan BAZNAS di instansi yang telah memiliki UPZ.

“UPZ terkait juga dapat berperan membantu BAZNAS menyalurkan dana zakatnya di lingkungan instansi tempat UPZ tersebut,” katanya.

Dengan kata lain, lanjut Mohan, UPZ hampir sama fungsinya seperti Lembaga Amil Zakat (LAZ). “Namun untuk koordinasi, langsung berhubungan dengan Divisi Pengumpulan UPZ BAZNAS,” ucapnya.

Dengan demikian, jelas dia, eksistensi UPZ di instansi tidak mematikan pengelola zakat yang sudah ada, tapi justru memberikan legalitas sesuai UU No 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat.

“Peran dan fungai UPZ juga telah diatur dalam Perbaznas Nomor 2 Tahun 2016,” kata Mohan. [SR]

Baca Juga

ZIS Indosat Kerja Sama dengan Rumah Wakaf Kelola Wakaf Produktif

Jakarta (PIKIRANUMAT) – Tahun 2017 telah berjalan pengelolaan dana Zakat, Infaq dan Sedekah dari karyawan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *