Selasa , 12 Desember 2017
Home / BERITA / Belum Move On, Sudah Disurati Kemendagri Ketua DPRD DKI Tetap Tolak Sidang Paripurna
Ilustrasi: Ketua DPRD DKI Jakarta yang juga Ketua Tim Pemenangan Ahok-Djarot, Prasetio Edi Marsudi (ketiga dari Kiri), bersama Ahok, Dzan Farid dan Tim Pengacara di Lapas Cipinang Jakarta. [foto: tribunnews.com]

Belum Move On, Sudah Disurati Kemendagri Ketua DPRD DKI Tetap Tolak Sidang Paripurna

Jakarta (PIKIRANUMAT) – Ketua DPRD DKI Jakarta, Prasetyo Edi Marsudi, tetap menolak menggelar sidang paripurna pasca dilantiknya Gubernur dan Wakil Gubernur Baru DKI Jakarta, Anies Baswedan dan Sandiaga Uno, pada 16 Oktober 2017. Prasetyo menganggap sidang paripurna istimewa tidak perlu dilakukan.

Bahkan, Pras mempertanyakan ada hal mendesak apa sehingga harus dilakukan sidang paripurna istimewa. Kalau hanya sekadar ‘permisi’ atau silaturahmi, ia merasa tidak perlu menggelar paripurna.

“Urgensinya apa? Kalau hanya kulonuwun (permisi) ketemu saya saja, sudah selesai,” kata Prasetyo kepada wartawan Senin, 23 Oktober 2017, seperti dilansir Viva.co.id.

Politikus PDIP ini juga menjawab terkait sidang paripurna istimewa yang dilakukan Gubernur Jakarta pada tahun 2012 lalu, saat terpilihnya Joko Widodo dan Basuki Tjahaja Purnama.

Saat itu, DPRD DKI menggelar paripurna sesudah Jokowi-Ahok dilantik, karena pelantikan keduanya dilakukan di DPRD, bukan seperti Anies-Sandi yang dilantik di Istana Merdeka.

“Kalau dulu zaman Jokowi-Ahok dilantiknya di DPRD, namanya sidang istimewa. Inikan (Anies-Sandi) sudah lantik di Istana, sudah kerja saja,” ujar mantan Ketua Tim Pemenangan Ahok-Djarot ini.

Sebelumnya, terkait keengganan Prasetio untuk menggelar rapat paripurna istimewa DPRD, Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta H Abraham Lunggana menyebut Ketua DPRD DKI belum move on dari kekelahan Ahok.

“Ada muatan politik, belum move on. Dia kagak sadar kalau ini adalah yang terpilih gubernur Jakarta. Coba kalau yang terpilih orang dia? Dia bikin besar-besaran, kalah saja bikin besar-besaran,” tutur Lulung, Rabu (18/10/2017), seperti dikutip Tribunnews.com.

Sebagai perwakilan rakyat DKI Jakarta, Haji Lulung meminta supaya politikus dari PDI Perjuangan yang juga Ketua Tim Pemenangan Ahok-Dajrot itu mengutamakan kepentingan rakyat. Bukan kepentingan kelompok atau golongan. [SR]

Baca Juga

Respon Kondisi Terkini, Dubes Saudi Silaturahim dengan Pimpinan Ormas Islam

Jakarta (PIKIRANUMAT) – Duta Besar Kerajaan Saudi Arabia untuk Indonesia Osama bin Mohammed Abdullah Al …

2 Komentar

  1. Contoh yg jelek…tandai jgn dipilih lagi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *