Selasa , 12 Desember 2017
Home / BERITA / Tiga Fraksi Tolak Perppu Ormas, Ini Komentar Tjahjo Kumolo
Mendagri Tjahjo Kumolo. [foto: jawapos.com]

Tiga Fraksi Tolak Perppu Ormas, Ini Komentar Tjahjo Kumolo

Yogyakarta (PIKIRANUMAT) – Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo menyebutkan, tiga partai yang menolak
pengesahan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2017 tentang Organisasi
Kemasyarakatan (Perpu Ormas) menjadi Undang-Undang Ormas bukanlah anti-Pancasila.

Diketahui, tiga fraksi di Dewan Perwakilan Rakyat, yaitu Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Amanat
Nasional (PAN), dan Gerindra, menolak pengesahan Perppu Ormas dalam sidang paripurna DPR Selasa pekan lalu.

“Saya kira mereka di DPR yang menolak bukan dalam pengertian anti-Pancasila,” ujar Tjahjo di sela seminar
nasional dan bedah buku “Bela Negara dan Kebangkitan Pemuda” di Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga,
Yogyakarta, Selasa (31/10/2017).

Tjahjo menuturkan penolakan pengesahan Perpu Ormas di kalangan DPR itu dilatarbelakangi beberapa faktor. Di antaranya sanksi pidana 20 tahun penjara jika melanggar beleid itu dan soal proses peradilan yang atas pelanggaran yang terjadi.

Menurut Tjahjo, pemerintah menjamin sangat terbuka untuk revisi Perpu Ormas sesuai dengan masukan dari DPR. Dia pun menyatakan pemerintah tidak akan menghambat pertumbuhan ormas di Indonesia karena merupakan bagian proses demokrasi yang dijunjung Presiden Joko Widodo.

“Melalui Perpu Ormas ini pemerintah hanya mengatur agar ormas-ormas yang ada tidak memiliki agenda tersembunyi untuk menyebarkan hal-hal yang bertentangan dengan Pancasila,” ucap Tjahjo.

Tjahjo juga membantah Perpu Ormas ini akan dilaksanakan pemerintahan Jokowi seperti saat pemerintahan Orde Baru, yang dikenal amat ketat mengawasi pergerakan ormas di masa lalu.

“Jelas beda (dengan Orde Baru). Saya kira semua sekarang sudah fair dan terbuka,” kata Tjahjo.

Dia mencontohkan, meskipun organisasi Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) dibubarkan, para pengikutnya tetap diizinkan membentuk ormas baru dengan catatan menjunjung Pancasila sebagai ideologi bangsa.

“Meskipun DPR tidak bulat menyetujui Perpu Ormas, kami menangkap penolakannya bukan menolak secara prinsip,” ujarnya.

Tjahjo menuturkan Presiden Jokowi sangat terbuka menerima berbagai masukan untuk merevisi perpu Ormas agar semakin demokratis. Dia pun memastikan partai yang sebelumnya menolak pengesahan Perpu Ormas itu akan tetap diajak berkomunikasi memberi masukan untuk keperluan revisi. [MS/Tempo.co]

Baca Juga

Respon Kondisi Terkini, Dubes Saudi Silaturahim dengan Pimpinan Ormas Islam

Jakarta (PIKIRANUMAT) – Duta Besar Kerajaan Saudi Arabia untuk Indonesia Osama bin Mohammed Abdullah Al …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *