Selasa , 12 Desember 2017
Home / BERITA / Ketum Wahdah Islamiyah: Bagi Muslim Ukhuwah Islamiyah adalah Keniscayaan
Tabligh Akbar yang digelar DPW Wahdah Islamiyah Kalimantan Utara (Kaltara) di Kompleks Masjid Baitul Izzah Islamic Center, Tarakan, Kalimantan Utara, Ahad (12/11/2017).

Ketum Wahdah Islamiyah: Bagi Muslim Ukhuwah Islamiyah adalah Keniscayaan

Tarakan, Kaltim (PIKIRANUMAT) – Ketua Umum DPP Wahdah Islamiyah Ustaz HM Zaitun Rasmin mengatakan, di beberapa tempat di Indonesia, ukhuwah umat Islam sedang berada di titik kritis. Salah satu sebabnya adalah karena dinamika politik. Namun jika ditengok lebih jauh, bisa disimpulkan bahwa akarnya adalah kurangnya kesadaran tentang pentingnya ukhuwah.

“Padahal setiap muslim adalah saudara. Sebagaimana yang disebutkan dalam Alquran maupun hadits. Oleh karena itu, ukhuwah Islamiyah adalah suatu keniscayaan, selama seseorang masih muslim,” ungkap Ustaz Zaitun dalam Tabligh Akbar yang digelar DPW Wahdah Islamiyah Kalimantan Utara (Kaltara) di Kompleks Masjid Baitul Izzah Islamic Center, Tarakan, Kalimantan Utara, Ahad (12/11/2017).

Ustaz Zaitun melanjutkan, ukhuwah adalah bagian dari perintah Allah dan Rasul-Nya yang harus diupayakan agar terwujud. Sebab sebagai sebuah perintah tentunya ukhuwah ini adalah sesuatu yang dicintai oleh Allah Swt.

Wakil Sekjen MUI Pusat ini juga mengingatkan, ukhuwah adalah sebab kejayaan sebuah bangsa. “Bagi  kita yang ingin agar umat dan bangsa ini kembali berjaya, mari jaga ukhuwah,” kata dia.

Wujud ukhuwah, lanjut Zaitun, adalah adanya solidaritas dan kecintaan. Yang pada puncaknya adalah kesiapan berkorban dan mendahulukan saudaranya, yang disebut dengan “itsar”. Sebagaimana yang dipraktikkan generasi terbaik umat ini.

Adapun tingkat terendah dalam ukhuwah, kata Zaitun, adalah adanya kelapangan dada ketika melihat kekurangan saudaranya, bersihnya hati seseorang dari hasad. Termasuk dalam kancah perpolitikan di Indonesia.

Ia menjelaskan, cara mewujudkan ukhuwah adalah dengan menguatkan iman, serta terus berupaya menunaikan hak-hak ukhuwah kepada saudara kita. Yang paling sederhana bisa dimulai dengan menebar senyum, sapa (komunikasi), salam, dan saling memberi hadiah.

Zaitun menekankan, dari ukhuwah dengan sesama muslim ini, bisa menjadi titik tolak persatuan dengan berbagai komponen bangsa, termasuk umat non muslim. Sebagaimana dahulu Nabi Muhammad Saw membangun persatuan dan menjaga stabilitas di Madinah yang di dalamnya ada orang-orang Yahudi. [MS]

Baca Juga

Respon Kondisi Terkini, Dubes Saudi Silaturahim dengan Pimpinan Ormas Islam

Jakarta (PIKIRANUMAT) – Duta Besar Kerajaan Saudi Arabia untuk Indonesia Osama bin Mohammed Abdullah Al …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *