Fahri Hamzah Bongkar Rahasia Penyerang Amien Rais

Saya akan coba tulis soal siapa serang MAR?

Untuk kepentingan sejarah saya akan bongkar kelompok siapa serang MAR ini. Sebab jarang yang tahu. Siapa mereka dan apa agenda mereka. Nanti saya akan hubungkan dengan gagalnya Habibie terpilih kembali dan juga Prabowo disingkirkan. Mereka satu aliran.

Bersyukur kepada Allah SWT saya berkenalan dengan tokoh-tokoh besar ini dalam usia muda. Saya ke Jakarta tahun 1992 dan bertemu dengan mentor saya almarhum bapak Adi Sasono. Ini pintu mengenal elite Indonesia.
Maka saya tau sejarah kelompok mereka.

Dalam usia muda saya mengenal Prof Amien Rais yang tidak ada duanya.
Pada waktu itu beliau adalah mercusuar intelektual Indonesia karena beliau yang paling berani. Beliau meminta pak Harto mengundurkan diri pada saat yang lain diam tidak berani.

Dalam tampilan yang sederhana, Prof Amien Rais bersikap tentang perlunya suksesi. Pak Harto sudah terlalu lama. Inilah yang memicu reformasi 1998. Dalam arus itu, pak Amien, Habibie dan Prabowo adalah kelompok reformis. Mereka, di tempat berbeda sadar dengan suara zaman.

Singkat cerita, setelah pak Harto jatuh, dan Prof Amien Rais menjadi mercusuar di kalangan intelektual dan mahasiswa, orang² bertanya apa selanjutnya? Beliau ditarik di antara dua keinginan. BJH ingin beliau gabung dengan pemerintah tapi sebagian ingin beliau di luar.

Saya termasuk yang ditanya, saya tahu karena saya mendengar dari almarhum Adi Sasono bahwa BJH ingin sekali pak Prof Amien Rais memimpin DPA (Dewan Pertimbangan Agung) yang masih ada waktu itu. Ini juga mempersiapkan beliau menjadi pemimpin berikutnya pasca Orde Baru.

Setelah diskusi panjang, Prof Amien Rais memutuskan untuk menjawab pak Habibie, “Pak Habibie, biarkan saya berada di luar sebagai tandingan pemerintah. Mari kita bertinju agar pemerintah ini sehat dan menjalani transisi secara baik”. Itu yang saya tangkap.

Saya tahu akibat keputusan pak Prof Amien Rais ke dalam pemerintahan BJH. Sebagian beranggapan, ini adalah adu domba. Seperti akhirnya pak Prabowo pun tersingkir dari samping Habibie. Bayangkan kalau mereka bersatu. Tapi itulah sejarah.

Di sela Prof Amien Rais saya mengerti kelompok-kelompok yang memang tidak punya modal sebesar beliau. Tapi mereka punya jaringan. Mereka ini anti Habibie tetapi mereka memerlukan pak Amien untuk melawan Habibie. Mereka yang berbahagia karena pak Amien tidak mau gabung.

Maksud pak Prof Amien Rais adalah menjaga Demokrasi. Dan itu yang beliau lakukan sehingga mengawal konstitusi dalam 4 kali amandemen sebagai ketua MPR. Tapi, mereka punya maksud lain, “Jangan sampai orang pintar yang tak bIsa dipengaruhi memimpin negeri ini”.

Itulah agenda laten kelompok ini. Setelah berhasil menggagalkan konsolidasi kelompok yang punya akar, mereka putar haluan. Saya ingat, mereka gembira dengan periode pertama pak SB Yudhoyono karena cukup akomodatif. Tapi, begitu beliau mulai keras, serangan datang.

Sekarang, musuh mereka bergabung. Tokoh seperti SB Yudhoyono, Prof Amien Rais dan Prabowo adalah mewakili kelompok yang tidak saja mengerti persoalan tetapi mengakar. Ini yang mereka takutkan. Karena mereka bisa kehilangan kendali kebijakan.

Kelompok ini gandrung mendukung orang lemah. Motifnya adalah mempengaruhi kebijakan dan mengambil bagian dalam kekuasaan.
Banyak mau tanpa keringat, itulah cara mereka. Manuver dan politik elit, itu jalan mereka.

Mereka benci partai politik maka mereka tidak suka dengan kader parpol. Mereka selalu ingin mendukung apa yang mereka sebut “kabinet profesional” yang mereka artikan kabinet tanpa kader partai. Sebab umumnya mereka gak punya partai.

Kalau mereka pernah berpartai, umumnya mereka ambil posisi di luar. Kalau ada manfaat mereka ngaku partai, kalau gak ada manfaat mereka berada di luar. Mereka senang mengadu domba dan memanfaatkan orang bodoh dalam partai.

Tipe orang yang mereka serang dalam partai Islam itu tipe orang² yang disebut oleh mantan PM dan Ketua Umum Masyumi pak Natsir, “Islam beribadah, akan dibiarkan, Islam berekonomi, akan diawasi, Islam berpolitik, akan dicabut seakar-akarnya”.

Mereka senang dengan orang Islam yang planga-plongo, apalagi kalau cacat moral dan banyak kasus, mereka biarkan. Tapi kalau orang bersih mereka benci betul.

Setelah gagal hancurkan reputasinya mereka cari segenap cara untuk menyingkirkannya.

Apapun, Prof Amien Rais hari ini masih menjadi jangkar kekuatan politik Islam yang moderen dan rasional. Mereka gak suka. Ini yang menggetarkan. Kita doakan pak Amin diberi kekuatan oleh Allah Tuhan YME agar terus bekerja.

Beliau Prof Amien Rais adalah sisa kekuatan reformis yang bertahan.

Mereka yang mendesain sistem reformis ini dari awal dan mereka yang akan menjaga dari segala pengkhianatan.

Hari ini, ketika modal sudah terlalu dominan dalam politik. Dan 1% orang paling kaya menguasai hampir 50% kekayaan negara, kita berharap kepada apa?

Prabowo dkk hanya ingin mengoreksi itu semua kenapa kalian marah?

Semoga para penyerang Prof Amien Rais membangunkan kita semua, tentang pertaruhan berbahaya. Betul kata Prabowo apakah kita akan tetap punya masa depan?

Semoga Tuhan melindungi bangsa Indonesia. Aamiin.

Twitter @Fahrihamzah 22:34-0:40 26-27/12/2018
sumber: fahrihamzah.com

BACA JUGA!

Mengapa Kita Pilih Prabowo

Untuk saudara-saudara kami yang masih belum memastikan pilihan presiden, bapak-ibu sekalian, para guru dan kiai …