Air Susu Dibalas Tuba!

Sepertinya, pernyataan Moeldoko adalah penyempurna dari sikap dan sifat telengas Jancuk. Untuk itu, mereka mengerahkan segala sumber daya yang ada untuk melibas dan memusnahkan musuh. Musuh yang dimaksud adalah Prabowo. Ya, Prabowo adalah musuh harus dimusnahkan. Bukan main!.

Sampai di sini saya jadi berpikir, kalau terhadap orang yang amat berjasa saja dia bisa membohongi dan mengingkari janji, bagaimana halnya dengan rakyat kebanyakan? Inikah yang menjelaskan bagaimana dia bisa dengan enteng mengingkari 66 janjinya saat pencapresan 2014 silam?.

Saya juga berpikir, kalau terhadap orang yang berjasa besar kepadanya saja dia bisa bersikap telengas, bagaimana terhadap rakyatnya? Inikah pula yang menjelaskan Jancuk diam seribu bahasa ketika eks Wagubnya Ahok dengan ganas dan sadis menggusur ratusan titik rumah dan mata pencaharian warga Jakarta?.

Jancuk juga membutatulikan mata-telinganya, ketika Ahok dengan angkuh dan brutal meratakan rumah-rumah nelayan di kampung Akuarium, Jakarta Utara. Padahal, ketika maju sebagai Cagub, Jancuk ini datang ke lokasi yang sama dan menyatakan, tidak boleh ada penggusuran. Dia juga mengumbar janji akan membuatkan sertifikat bagi warga yang sudah tinggal 20 tahun lebih. Tapi, janji tinggal janji…

Dia juga bungkam saja manakala banyak terjadi konflik agraria antara rakyat dan pemerintah. Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA) menyebut sepanjang 2018 saja, terjadi 410 kejadian konflik agraria dengan luas wilayah konflik mencapai 807.000 hektare dan melibatkan 87.000 lebih kepala keluarga di berbagai provinsi di daerah. Dari jumlah tersebut, 16 konflik atau 4% disumbangkan oleh sektor infrastruktur.

Menurut KPA, secara akumulatif sedikitnya 41 orang tewas di berbagai wilayah konflik agraria, 546 dianiaya, 51 orang tertembak, dan sebanyak 940 petani dan pejuang agraria dikriminalisasi. Toh dengan data dan fakta seperti itu, Jancuk dengan enteng mengklaim selama 4,5 tahun kekuasannya hampir tidak ada terjadi konflik pembebasan lahan. Hal ini terjadi karena pemerintah menerapkan ganti utung, bukan ganti rugi.

“Ketua Cakra 19: Jokowi Berpesan Gaspol Terus Soal Lahan Prabowo.” Sungguh, judul berita menjelaskan siapa sejatinya Widodo. Ya, dia adalah Laki-laki telengas yang tak tahu berterima kasih, bahkan kepada orang yang telah berjasa amat besar kepadanya. Air susu dibalas tuba!
Ngeri…! [*]

Jakarta, 12 Maret 2019

Edy Mulyadi
Wartawan senior tinggal di Jakarta

BACA JUGA!

Hari Tenang di Media Sosial, Perlukah?

Menjelang masa pemilihan umum 17 April mendatang, Kominfo mengusulkan diadakannya hari tenang di media sosial …