Bukit Campuhan, Ubud, Bali.

Awas Akidah Tergadai Akibat Gelar Negara Tersantai

Indonesia adalah negara maritim/kepulauan yang memiliki banyak sekali daerah destinasi pariwisata laut/pantai. Pantai yang sangat indah telah menjadi pemikat bagi wisatawan khususnya dari luar negeri. Hal ini membuat pemerintah melalui kementerian pariwisata sangat gencar dan masif melakukan berbagai kampanye pariwisata demi meningkatkan jumlah wisatawan asing yang berkunjung ke Indonesia. Dan kini Indonesia telah mencapai pengakuan internasional dengan mendapat gelar sebagai negara tersantai di dunia.

Peringkat 15 besar negara paling santai di dunia ini berdasarkan sebuah laporan dari agen perjalanan di Inggris, Lastminute.com. Mereka menuliskan bahwa Indonesia sebagai Negara Paling Santai di Dunia, atau Most Chilled Out Countries in The World. Hasil peringkat ini berdasarkan sebuah penelitian dari berbagai faktor yang diadakan Lastminute.com. Mulai dari banyaknya cuti tahunan, faktor polusi suara, faktor cahaya (lingkungan), faktor Hak Asasi Manusia (HAM), budaya, dan banyak lokasi spa atau retreat lainnya (TRIBUNTRAVEL.COM ).

Sebagai warga negara Indonesia tentu kita bangga mendapat gelar sebagai negara destinasi wisata terbaik karena berpotensi meningkatkan perekonomian negara jika wisatawan asing lebih banyak yang berkunjung ke negara ini. Namun sebagai umat terdidik, kita tak bisa cukup bangga dan menerima begitu saja. Kita juga harus mengkritisi tentang apa yang menjadi latar belakang di berikannya gelar tersebut. Karena tak dapat kita pungkiri bahwa masuknya turis asing juga sekaligus membawa masuk budaya mereka yang berasaskan kebebasan tanpa batas. Sehingga dampak negatif yang akan kita tuai juga sangat berbahaya, yaitu semakin gencar dan masifnya propaganda liberalisme dan sekulerisme yang akan menggerus budaya bangsa dan juga mengikis akidah umat.

Sebagai negara dengan penduduk mayoritas muslim, maka negara Indonesia memiliki potensi besar terhadap tumbuhnya benih kebangkitan Islam. Dan hal ini tidak akan disukai oleh kaum kafir yang tidak ingin terancam hegemoninya di Indonesia. Mereka pasti melakukan berbagai cara untuk mengokohkan posisi mereka di dalam negara ini yaitu dengan melakukan berbagai upaya penggembosan dan penjegalan terhadap kebangkitan umat Islam.

Allah SWT berfirman: “Dan orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan rela kepadamu (Muhammad) sebelum engkau mengikuti agama mereka. Katakanlah, Sesungguhnya petìunjuk Allah itulah petunjuk (yang sebenarnya). Dan jika engkau mengikuti keinginan mereka setelah ilmu (kebenaran) sampai kepadamu, tidak akan ada bagimu pelindung dan penolong dari Allah.” (QS. Al-Baqarah 2: Ayat 120)

Maka dari itu kita tidak boleh diam berpangku tangan. Kita harus waspada agar akidah umat tidak tergadai oleh gelar negara paling santai. Kita harus bergerak lebih masif untuk menyadarkan umat dengan melakukan kasyful khattat yaitu membongkar makar, strategi dan narasi jahat kaum kafir penjajah beserta kaki tangannya yang tidak ingin Islam bangkit. Umat juga harus dipahamkan tentang pentingnya kembali kepada penerapan Islam secara kaffah oleh negara agar negara ini tidak diinjak-injak dan tidak dikuasai oleh asing.

Islam memang tidak melarang mengembangkan pariwisata, namun negara akan memberlakukan peraturan terhadap turis asing yang berkunjung. Sebuah aturan untuk menjaga akidah umat dari pengaruh akidah dan budaya asing. Dan juga negara tidak akan mengembangkan destinasi wisata yang mengarah pada tindakan syirik seperti melarang adanya patung-patung dan melarang parade budaya yang syarat akan ritual kesyirikan. Karena tujuan negara mengembangkan sektor pariwisata bukan semata-mata demi meraih keuntungan materi (ekonomi), namun lebih kepada agar rakyatnya dapat melakukan tadabur alam untuk mengindera betapa besar kekuasaan Allah yang telah menciptakan dunia, alam dan kehidupan.

Ini menunjukkan bahwa hanya negara yang berasaskan akidah Islam yang dapat melawan paham liberal yang berasaskan sekulerisme. Maka sudah saatnya umat ikut berjuang untuk menegakkan institusi negara yang mampu melawan segala bentuk penjajahan yaitu negara yang menerapkan aturan Islam secara menyeluruh dalam segala bidang kehidupan.

Wida Aulia
(Pemerhati masalah sosial)

BACA JUGA!

Save FPI!

Kezaliman itu makin menjadi. Tak puas dengan HTI, mereka menarget FPI. Ya, target pembubaran ormas …