Begini Cara Membalas Doa Salah Ucap

Rupanya, kawan-kawan di kubu Pak Jokowi masih belum bisa ikhlas menerima takdir doa salah ucap oleh Kiyai Maimoen Zubair. Menurut berbagai sumber, doa Mbah Moen untuk Prabowo yang berlangsung di samping dan diaminkan oleh Pak Presiden, sangat membebani Pak Jokowi. Sampai-sampai ada semacam “instruksi” kepada berbagai media mainstream agar tidak menyiarkan berita itu. Tapi, ternyata seluruh rakyat sudah tahu.

Berat sekali, ternyata. Doa Mbah Moen itu dirasakan sangat memukul. Membuat hilang semangat, dan dihantui oleh isyarat kekalahan.

Saya mulai khawatir, jangan-jangan nanti banyak orang di kubu Pak Jokowi yang mati-matian ingin membuktikan bahwa doa Mbah Moen itu bisa ‘dilawan’. Sehingga, akan muncul gagasan-gagasan untuk ‘menciptakan’ kekalahan Prabowo-Sandi dengan cara apa saja. Sekali lagi, ini kekhawatiran saya saja. Mudah-mudahan tidak perlu sampai begitu.

Supaya kubu Pak Jokowi tenang perasaan, saya siap membantu untuk mengtasi beban doa Mbah Moen itu. Sebab, tampaknya ralat seketika yang dilakukan oleh Romahurmuziy (Romi) tetap tidak memuaskan kubu. Bisa dipahami juga mengapa ralat tak memuaskan. Kerena, bagaimanapun juga versi asli yang salah ucap itu menyandang status originalitas. Tak bisa diutak-atik keasliannya.

Nah, seperti apa ide saya untuk membantu kubu Pak Jokowi agar bisa lepas dari beban doa Mbah Moen itu?

Begini. Saya akan minta Pak Prabowo agar mengunjungi seorang kiyai karismatik. Katakanlah itu Mbah Titiktitik (Mbah …). Entah di manalah itu. Bisa kita atur. Kepada Kiyai ini kita minta agar beliau mendoakan Pak Prabowo menjadi presiden.

Kita buat skenario supaya terjadi salah ucap juga. Caranya, kita tuliskan doa yang akan dibacakan oleh Mbah Titiktitik. Kertas doanya kita yang menyiapkan. Nah, kita tulislah nama Pak Jokowi di kertas itu. Bukan bama Pak Prabowo. Sehingga, ketika Pak Kiyai membaca doa di kertas itu, pastilah dia akan menyebut nama Pak Jokowi.

Kita ikutkan beberapa anggota senior dari timses Jokowi dalam rombongan kunjungan Pak Prabowo ini. Kita tunjukkan kepada mereka kertas doa yang kita siapkan dengan nama Pak Jokowi itu. Supaya mereka yakin bahwa kita betul-betul ingin membantu agar terjadi doa salah ucap. Doa yang seharusnya untuk Pak Prabowo, terucapkan oleh Mbah Titiktitik menjadi untuk Pak Jokowi.

Kita tugaskan seorang ketua parpol supaya langsung menjumpai Mbah Titiktitik agar meralat doa salah ucap itu. Pokoknya persis seperti Romi meralat doa Mbah Moen.

BACA JUGA!

Muhammadiyah: Masyarakat Jangan Terpengaruh Hasil Quick Count Pemilu

Jakarta (PIKIRAN UMAT) – Pimpinan Pusat Muhammadiyah menyampaikan sejumlah imbauan terkait selesainya Pemilu 2019 serentak …