BPN: Hawa Nasional Ingin Perubahan

Tegal (PIKIRAN UMAT) – Maraknya sambutan masyarakat terhadap Capres dan Cawapres 02 di berbagai daerah menunjukkan masyarakat ingin perubahan kepemimpinan nasional. Fenomena ini sulit dibendung dan akan dibuktikan pada 17 April 2019 di bilik suara.

“Hawa nasional ingin perubahan. Dan ini sulit dibendung,” terang Direktur Materi dan Debat Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Sudirman Said menyatakan hal itu saat bertemu dengan relawan PADI Kabupaten Tegal, di Slawi, Jawa Tengah, Selasa 19 Maret 2019.

Sudirman mengungkapkan, sambutan masyarakat ketika Prabowo dan Sandi datang atas kesadaran sendiri, tanpa mobilisasi.

“Sebaliknya, dari pemberitaan media yang kita baca, kedatangan pasangan 01 terlihat ada mobilisasi. Namun pengunjungnya tetap saja sedikit. Bahkan di beberapa tempat acaranya terpaksa dibatalkan karena minimnya peserta,” imbuh Sudirman.

Sudirman menyebutkan, hasil survei dari berbagai lembaga memang selalu mengunggulkan petahana. Namun fakta lapangan menunjukkan sebaliknya.

“Suara ketidakpuasan terdengar di mana-mana,” katanya.

Sudirman merasa heran kenapa banyak suara ketidakpuasan di masyarakat. Padahal sebagai petahana Capres 01 sudah dibekali beragam instrumen yang seharusnya menguntungkan posisinya. Misalnya, selama lima tahun sudah diberi anggaran Rp 10 ribu triliun, karena setiap tahun APBN mencapai Rp 2 ribu triliun, untuk menjalankan beragam program kerjanya. Kemudian diberi perangkat dan aparat yang sangat memadai untuk mensukseskan program kerjanya.

“Dengan semua itu seharusnya petahana dapat memuaskan masyarakat dengan kinerjanya. Nyatanya, selama saya berkeliling menemui lapisan masyarakat terbawah selama satu setengah tahun ini, apakah itu petani, nelayan, buruh, dan masyarakat lapis bawah lainnya, suara ketidakpuasan banyak terdengar,” urai Sudirman, yang juga Kordinator Relawan PADI Jateng ini.

“Yang petani kecewa dengan kebijakan impor bahan pangan. Yang nelayan kecewa dengan kebijakan pemerintah yang menyulitkan mereka mencari ikan. Buruh dan masyarakat bawah lainnya kecewa dengan kebijakan pemerintah dalam bidang pendidikan, kesehatan, dan penciptaan lapangan kerja yang pernah dijanjikan,” jelasnya lagi.

Sudirman meyakini, fenomena lapangan yang, bisa saja tidak tertangkap lembaga survei ini, akan membuat masyarakat menitipkan amanahnya kepada pasangan Prabowo-Sandi di 17 April 2019 mendatang. (MS)

BACA JUGA!

Tausiyah MUI Jelang Idul Fitri: Tingkatkan Kepedulian pada Dhuafa

Jakarta (PIKIRAN UMAT) – Menyambut Hari Raya Idul Fitri 1440 Hijriyah, Dewan Majelis Ulama Indonesia …