Dakwah, Siapa Takuut!

Sobat, coba deh kamu cermati teman di sekolah maupun di rumah, terutama remaja di zaman now ini, begitu ada hal yang dirasa asyik, secara umum para remaja langsung mendekat, bagai kerumunan semut yang mengerubungi gula.

Sebaliknya, para remaja itu biasanya ilfeel dengan hal-hal yang kaku, kolot, bernuansa tua, dan membosankan alias boring. Bersentuhan dengan hal-hal seperti ini, remaja biasanya akan segera pusing dan mual, nggak betah, kemudian menjauh. Iyaa gak ? walaupun memang tidak semua remaja seperti tersebut. Ada juga loh remaja yang suka mengkaji Islam kemudian mendakwahkan nya, hebaat kan?

Selain kegiatan sekolah, ada juga remaja yang mengisi hari-harinya dengan berdakwah. Mereka rela menghabiskan waktunya untuk mengkaji Islam dan mendakwahkan nya. Seusai pulang sekolah, mereka berpindah dari tempat yang satu ke tempat yang lain. mendengarkan peermasalahan hidup mereka dengan sabar, memberikan solusi dalam pandangan Islam dengan ikhlas dan menjelaskan fakta yang ada dalam dunia remaja.

Pasti sahabat disini memiliki pertanyaan kan? kenapa mereka mau berdakwah? karena dakwah itu kewajiban bagi setiap muslim, guys. Bukan hanya kewajiban ulama, kiyai dan ustadz saja. Oya, di lain sisi kita harus bersyukur, bahwa kesadaran untuk mendakwahkan Islam, grafiknya cenderung naik. Banyak kalangan, bahkan dari kalangan remaja sendiri, juga ikut ‘nyemplung’ dalam dunia dakwah. Menyadari arti pentingnya pesan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassalam, “Sampaikanlah dariku walau hanya satu ayat.” (HR Bukhari)

Nggak masalah jika kamu masih anak sekolahan, toh di sekolah pasti diajarin ilmu agama, kan? Sampaikan itu kembali pada orang lain, dengan cara yang kamu mampu. Kalaupun ada kekurangan, itu nggak masalah, selama ada kemauan untuk menutupi kekurangan itu, misalnya penyampaian yang masih belum syar’i, dan lain sebagainya.

Ingat ya, kemauan untuk selalu memperbaiki kekurangan dalam berdakwah. Ini penting. Karena hal ini akan melindungi kamu dari menjadi remaja yang antikritik. Jika kritik itu bersifat membangun, ambillah, pelajari, jadikan ia obat agar dakwahmu ke depannya menjadi lebih baik lagi.

Sobat, pastikan dakwah yang kamu jalankan saat ini, selain benar caranya, juga benar isinya. Jangan hanya asyik saja tampilannya, tapi isi yang disampaikan salah. Atau sebaliknya, isinya benar, tapi caranya menyalahi aturan syariat.

Itu sebabnya, semakin gencar berdakwah, seharusnya kamu juga semakin haus ilmu. Ibarat teko yang berisi teh, semakin banyak teh yang ia keluarkan, maka semakin banyak pula teh yang harus diisikan ke dalamnya. Jika yang keluar lebih banyak dari yang masuk, maka lambat laun, teko itu akan kehabisan teh.

Namun jika teh yang diisi lebih banyak daripada yang dikeluarkan, maka teh di dalam teko menjadi kurang bermanfaat. Sama saja, jika kamu hanya belajar Islam namun nggak pernah didakwahkan, maka ilmu yang ada di kepalamu menjadi kurang berguna.So, tetap semangat dan jangan untuk takut untuk berdakwah.

Neng Fitri Komalasari
Mahasiswi Al-Imarat

BACA JUGA!

Saat Gempa Kembali Melanda

Tahun 2018 Indonesia kembali berduka, pasalnya pada tahun ini telah terjadi beberapa kali gempa yang …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *