Fahri Hamzah dan Fadli Zon shalat jumat di Masjid Istiqlal Jakarta, Jumat 4 November 2016 sebelum mengikuti Aksi Bela Islam II. [foto: Twitter Fadli Zon]

Dilaporkan ke MKD, Ini Tanggapan Fadli dan Fahri

Jakarta (PIKIRAN UMAT) – Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Fadli Zon mengaku tidak melakukan pelanggaran etika saat mengikuti aksi unjuk rasa pada 4 November 2016 lau.

“Tidak ada etika yang dilanggar, semua apa yang saya lakukan itu merupakan bagian tak terpisahkan dari fungsi pengawasan (DPR),” kata Fadli menanggapi laporan yang dilakukan Sekretariat Nasional Komite Penegakan Pro Justicia ke Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD), Jumat (11/11/2016).

“Sudah biasa kok anggota DPR berdemonstrasi, bukan hanya di sini, di seluruh dunia biasa saja,” katanya serta menambahkan bahwa dia dan Fahri mengikuti aksi itu untuk memenuhi undangan para kyai yang mendatanginya.

Sebelumnya, saat ramai-ramai dituduh melakukan perbuatan makar, Fahri Hamzah bahkan sudah menjelaskan, Legislatif memiliki fungsi pengawasan, baik di dalam maupun di luar kantor DPR.

Menurut Fahri, dalam menjalani fungsinya tersebut, tidak boleh ada pihak yang menghalangi anggota DPR karena memiliki hak imunitas dari tuntutan.

“Itulah alasan kenapa legislatif diberi hak imunitas oleh UUD 45 karena akan mengawasi kekuasan yang besar. Eksekutif bisa saja tidak rela diawasi lalu menggunakan kekuasaan untuk menjegal dan melawan pengawasan,” kata Fahri. [FR/dbs]

BACA JUGA!

GNPF Ulama akan Gelar Ijtima Ulama Keempat, Apa yang Dibahas?

Jakarta (PIKIRAN UMAT) – Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Ulama (GNPF Ulama) akan menggelar Ijtima Ulama …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *