Erdogan

Erdogan tak akan Biarkan Yerusalem Jadi Ibu Kota Israel

Ankara (PIKIRAN UMAT) – Presiden Recep Tayyip Erdogan menegaskan Turki tidak akan membiarkan implementasi rencana perdamaian Timur Tengah rancangan pemerintah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.

Menurutnya, proposal perdamaian yang dikenal sebagai “Deal of The Century” hanya untuk melegitimasi pendudukan Israel atas Palestina di bawah naungan Amerika.

“Apa yang disebut ‘Kesepakatan Abad Ini’ yang menyatakan Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel tidak lebih dari mimpi yang mengancam perdamaian di kawasan itu,” kata Erdogan, Ahad seperti dikutip dari Anadolu, Senin (10/2/2020).

“Kami tidak akan membiarkan mimpi itu menjadi kenyataan,” lanjut Erdogan dalam sebuah pernyataan yang dirilis di sela-sela Konferensi Ketiga Platform Yerusalem Antar-Parlemen di Malaysia.

Pada 29 Januari, Trump mengungkapkan rencana perdamaian Israel-Palestina yang telah lama ditunggu-tunggu. Proposal perdamaian itu salah satunya berisi poin menjadikan Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel tanpa terbagi. Selain itu, ada juga poin usulan negara Palestina yang merdeka dan pengakuan kedaulatan Israel atas permukiman Tepi Barat.

Erdogan mengatakan Yerusalem adalah “garis merah” bagi Turki dan Ankara tidak akan membiarkan Israel membenarkan pendudukan dan penganiayaannya terhadap Palestina.

“Turki tidak akan pernah tinggal diam pada aneksasi Yerusalem atau mengabaikan saudara-saudara Palestina dalam pertempuran ini,” ujarnya.

Turki di bawah kekuasaan Partai Keadilan dan Pembangunan (AKP)—partainya Erdogan—memiliki hubungan diplomatik resmi dengan Israel. Namun, hubungan tersebut tidak nyaman. Israel menuduh pemerintah Turki membantu dan mendukung Hamas yang oleh rezim Zionis dianggap sebagai kelompok teroris. [MSR]

BACA JUGA!

Di India, Pasien Corona Berusia 93 Tahun Berhasil Sembuh

India (PIKIRAN UMAT) – Dokter di India menyatakan, seorang lelaki berusia 93 tahun yang telah …