Erick Thohir

Erick Thohir tak Paham Ekonomi Emak-emak

Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf Amin (Ko-Ruf), Erick Thohir, mengatakan “bohong kakau ada yang bilang harga-harga naik”. Dia ucapkan itu ketika turun ke Pasar Terong di Makassar, beberapa hari lalu.

Pengusaha kaya-raya ini mengatakan harga-harga stabil. Tidak ada yang naik.

Kalau emak-emak Sumatera, Jawa dan Kalimantan tahu apa yang dikatakan Erick itu, bisa besar urusannya. Setidaknya mereka akan mengatakan Erick Thohir sok tahu.

Sebetulnya Erick bukan sok tahu. Yang menjadi masalah adalah perbedaan yang sangat kontras antara makna kenaikan harga yang dipahami Erick dan makna yang dipahami rakyat kecil.

Bagi Erick, kenaikan 500 perak, 2.000 perak, 3.000 perak dst tak akan terdeteksi sama sekali oleh sistem digitasi duitnya. Emak-emak bisa ribut gara-gara harga cabai naik 3.000 rupiah. Sedangkan Erick tetap santai kalau salah satu perusahaannya mengalami kerugian 3.000 juta rupiah, yang berarti hanya 3 miliar. Kerugian segini tak masuk dalam hitungan Erick.

Jadi, mana mungkin dia bisa merasakan kepedihan emak-emak yang harus menambah pengeluaran 15 ribu atau 30 ribu rupiah sehari. Jauh sekali. Tak akan pernah dia pahami. Pecahan-pecahan yang sangat berarti bagi emak-emak, tidak masuk dalam hitungan Erick Thohir. Sebab, angka-angka ini bagi Erick adalah supermikro.

Erick itu sehari-hari membaca laporan keuangan group perusahaanya dengan sebutan ‘ratusan miliar’ ataun ‘puluhan miliar’ paling rendah. Itu laporan harian. Laporan tahunannya hampir pasti dalam angka triliunan. Kalau dalam dollar atau euro, sebutannya juta, belasan juta, atau ratusan juta.

BACA JUGA!

Erick Thohir Keliru, Kyai Ma’ruf Semakin Down

Makan malam Jokowi tanpa Cawapres Kyai Ma’ruf Amin (KMA) adalah blunder besar. Apalagi dikatakan kepada …