Gagalnya Operasi Politik dan Media di Akhir Tahun

Mereka, dalam bahasa Sekjen PAN Eddy Soeparno, sudah tidak punya akar, apalagi pengaruh di PAN. “ Saya minta diabaikan.” Menurut Eddy para pengirim surat adalah pendukung paslon Jokowi-Ma’ruf. Patut diduga ini adalah operasi politik berupa pembentukan opini melalui media.

Waketum PAN Bara Hasibuan nota bene anak dari Albert Hasibuan dengan tegas membantah adanya perpecahan. “Itu bentuk keprihatinan para pendiri. Jangan diartikan ada perpecahan,” katanya kepada media.

Dengan begitu jelas sudah ada operasi politik dan media memanfaatkan detik.com, atau setidaknya orang-orang tertentu di detik.com. Bukan hanya sekali ini detik.com diketahui menggoreng isu Prabowo dan pendukungnya.

Ketika Prabowo bercanda soal “tampang Boyolali,” detik.com salah satu media yang paling bersemangat menggoreng isunya. Beritanya dimuat berhari-hari.

Sebaliknya detik.com tidak memuat berita Bupati Boyolali Seno Samudro yang mengumpat Prabowo Asu (anjing).

Pada edisi Ahad (4/11) detik.com memuat berita orasi Seno Samudro pada unjukrasa warga yang diberi tajuk “Boyolali Bermartabat.” Judul beritanya: Bupati Boyolali: Serukan Sekuat Tenaga, Kita Takkan Pilih Prabowo.

Ucapan Seno dikutip cukup panjang dalam berita tersebut. Berarti wartawan detik.com hadir dan menyaksikan. Anehnya makian “Prabowo Asu” sama sekali tidak disinggung.

BACA JUGA!

Save FPI!

Kezaliman itu makin menjadi. Tak puas dengan HTI, mereka menarget FPI. Ya, target pembubaran ormas …