ilustrasi

Generasi Muda dalam Cengkeraman Sekulerisme

Di zaman digital seperti sekarang ini, sangat mudah bagi kita untuk mengakses jaringan internet. Dengan hanya mengetik satu kata di pencarian google, maka akan muncul beribu hasil yang ditampilkan.

Dengan adanya internet di jaman digital seperti sekarang ini makin mudah untuk kita menambah wawasan.

Kemudahan mengakses internet saat ini juga dapat membantu kita untuk mengetahui keadaan di suatu negeri dengan hanya membaca atau melihat situs di internet. Karena pastinya akan sangat mudah kita mengakses sesuatu.

Tapi tahukah kita, bahwa tidak semua kemudahan untuk mengakses internet ini dipergunakan dengan baik oleh penggunanya. Sebagian pengguna internet justru menyalah gunakan kemudahan itu untuk melakukan hal yang sedikitpun tidak bermanfaat baginya.

Salah satu yang sudah tidak lagi menjadi hal yang tabu adalah situs porno seksual yang sangat mudah diakses oleh pengguna internet. Situs itu sengaja dibuat oleh manusia-manusia yang tidak bertanggungjawab. Mereka sengaja membuat dan memudahkan pengguna internet untuk mengakses situs tersebut untuk menghancurkan generasi muda.

Akibat yang ditimbulkan oleh tontonan yang tidak berfaedah itu adalah remaja di bawah umur dengan santainya menirukan adegan yang ada di situs tersebut. Parahnya lagi bukan hanya pasangan laki-laki dan perempuan saja, tapi juga mereka yang mempunyai hasrat seksual kepada sesama jenis.

Seperti yang Dilansir dari Viva dituturkan bahwa “Belasan anak di bawah umur asal Kampung Cipeuteuy, Kelurahan Margawati, Kecamatan Garut Kota, mengalami ketagihan seks tak lazim. Mereka melakukan adegan syur layaknya penyuka sesama jenis setelah menonton video porno.”

Tidak bisa dibayangkan jika anak muda sekarang ini otaknya terpenuhi dangan seks. Remaja yang harusnya dididik untuk memperjuangkan islam malah terjerumus di dalam kemaksiatan. Jangankan untuk mengurus Ummat, untuk mengurus diri mereka sendiri pun, mereka tidak bisa.

Terlebih lagi di jaman sekuler saat ini banyak perbuatan manusia yang sengaja melepaskan diri mereka dari agama. Pasalnya mereka menganggap bahwa agama dan kehidupan haruslah dipisahkan. Menurut mereka Agama dipergunakan hanya untuk ibadah ritual. Selebihnya, mereka tidak mengizinkan Agama untuk mengatur kehidupan mereka.

Pemisahan agama dari kehidupan itu sendiri berdampak pada bobroknya pergaulan remaja saat ini, pasalnya banyak remaja yang sengaja mengabaikan agama demi memuaskan hawa nafsu mereka. Sehingga apapun mereka korbankan hanya untuk pemenuhan hawa nafsu.

Tidak heran banyak remaja saat ini tidak peduli akan bahayanya pergaulan bebas. Salah satunya seks bebas. Mereka menganggap bahwa pemenuhan hawa nafsu itu perlu untuk menyenangkan diri, padahal dalam islam sendiri tidak demikian. Karena islam telah memberikan solusi pergaulan bebas dengan pernikahan dan pemisahan kehidupan yang tegas antara laki-laki dan perempuan.

Bagi siapapun yang siap menikah, maka menikahlah. Akan tetapi jika hasrat tersebut timbul sementara belum ada kesiapan untuk menikah, maka anjuran Rasulullah adalah shaum (Puasa).

Seperti hadits Rasulullah ﷺ berikut, “Barangsiapa mampu membiayai pernikahan hendaklah menikah, karena nikah lebih menahan dan lebih menjaga kemaluan. Dan barangsiapa tidak mampu menikah, hendaklah ia berpuasa, karena puasa adalah wija’ (mengendurkan gejolak syahwat) baginya,” (Diriwayatkan Al-Bukhari).

Sementara pemisahan pergaulan antara laki-laki dan perempuan pun jelas akan meredam gejolak naluri seksual pada generasi muda. Negara akan memberikan kesibukan positif pada generasi muda dengan berbagai fasilitas edukasi, melalui penerapan kurikulum di sekolah, dll. Bukan dengan membebaskan mereka meretas situs-situs terlarang.

Jika saat ini yang mengatur hidup kita adalah Khilafah (sistem istem) maka semua perbuatan kita haruslah sesuai dengan perintah dan larangan Allah, sehingga peluang untuk bermaksiat kepada Allah sangatlah kecil.

Itulah indahnya sistem islam (Khilafah). Khilafah akan mengatur kehidupan kita dari mulai bangun tidur sampai tidur lagi. Sehingga apapun yang kita lakukan di dunia haruslah berdasarkan apa yang mengatur kita, tentunya untuk mencapai keridhoan Allah dan menjamin keselamatan hidup di dunia hingga di akhirat.

Tentu saja hukum yang Allah turunkan bukanlah untuk membebani ummat. Hukum itu justru akan menghindarkan manusia dari kemaksiatan yang nyata. Jika ummat telah beriman dengan sebenar-benarnya iman, maka ummat akan paham, bahwa syariat yang Allah turunkan pastilah untuk kebaikan manusia.

Dari kejahatan yang saat ini telah marak, pastilah kita membutuhkan hukum yang adil. Karena kejahatan tidak akan musnah kecuali ada hukum yang tegas menerapkan hukuman bagi siapa saja yang bertindak pidana kepada orang lain.Hukum yang diambil tentu saja sesuai dengan ketentuan Allah dan Rasul-Nya, karena hukum sebaik-baiknya hukuman adalah yang sesuai dengan apa yang diperintahkan Allah dan Rasul-Nya.

Padahal dalam Firman Allah di QS. Al-Ma’idah 5: Ayat 50 telah disebutkan bahwa “Apakah hukum jahiliah yang mereka kehendaki? (Hukum) siapakah yang lebih baik daripada (hukum) Allah bagi orang-orang yang meyakini (agamanya)?”.

Jika bukan hukum Allah yang kita jalankan, maka hukum dari siapa lagi? Hukum manusia tidaklah sesuai dengan kehidupan, karena manusia memiliki akal yang terbatas. Sehingga jika manusia membuat hukum, pasti hukum itu akan menyengsarakan manusia yang lain.

Kembali saya ingatkan, bahwa kehidupan kita di dunia tidaklah abadi. Dan semua yang kita lakukan di dunia akan dimintai pertanggungjawaban oleh Allah. Alangkah meruginya kita jika hidup yang sangat singkat ini dipergunakan hanya untuk bermaksiat kepada Allah.

Monita Dias Fransiska
(Aktivis Remaja Muslimah)

BACA JUGA!

Menggapai Kebangkitan Hakiki

Wacana perubahan, menjadi topik hangat belakangan ini. Masyarakat menginginkan perubahan yang lebih baik. Kehidupan sulit …