Rabu , 17 Oktober 2018
Breaking News

GMMP akan Kawal 13000 TPS di Jakarta

Depok (PIKIRAN UMAT) – Puluhan Muslimah berkumpul di Depok, Jawa Barat, Ahad sore (12/02/2017). Mereka adalah para koordinator lapangan Gerakan Muslimah Memilih Pemimpin (GMMP), sebuah gerakan muslimah yang diinisiasi oleh empat orang tokoh, yakni Neno Warisman, Fahira Idris, Peggy Melati Sukma dan Syifa Fauzia.

Dalam Pilkada DKI 15 Februari, para anggota GMMP akan disebar ke sejumlah titik Tempat Pemungutan Suara (TPS) di Jakarta. Senjata mereka adalah android yang digunakan untuk melaporkan adanya kecurangan dalam ajang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 15 Februari 2017.

“GMMP sudah menyiapkan nomor untuk melaporkan kecurangan, yakni di nomor 08121822954-08179864639. Jadi kalau mujahid perangnya pakai pedang, nah mujahidah ini perangnya pakai android,” kata inisiator GMMP, Fahira Idris di kawasan Margonda, Depok, Jawa Barat, Ahad sore kemarin.

Terkait GMMP, Peggy Melati Sukma, mengatakan GMMP bukanlah sebuah organisasi masyarakat ataupun yayasan melainkan sebuah gerakan murni kaum hawa untuk mengawal demokrasi sekaligus menjadi wadah edukasi politik pada para perempuan di Indonesia.

“Ini bentuknya adalah gerakan, Insya Allah ke depan akan diproyeksikan menjadi gerakan nasional. Saat ini kami sedang memperkuat simpul koordinator para mujahidah. Kerja pertama kalinya untuk pilkada dan motivasi kita juga keliling ke sejumlah daerah lainnya yang melaksanakan pilkada,” ucap pesinetron yang kini tampil dengan hijab.

Dia mengklaim, ada sekitar 13 ribu mujahidah pilkada yang siap memantau seluruh TPS di Jakarta. “Kehadiran kami bukan hanya ikut mengawasi proses pilkada, tapi juga turut mengajak untuk meramaikan TPS,” jelasnya.

Untuk saat ini, lanjut Neno Warisman, GMMP fokus pada pemilihan di DKI Jakarta. “Jakarta ini kan tolok ukur, indikator bangsa. Untuk itu, dengan teknologi yang kami miliki, insya Allah gerakan ini akan jadi viral,” kata Neno.

Ketika disinggung soal kandidat cagub dan cawagub yang jadi unggulan, ketiga wanita ini memilih bungkam. “Yang jelas kami masing-masing punya pilihan, yang tentu saja pemimpin muslim,” ucap salah satu dari mereka.

Diketahui, relawan GMMP juga menjalin kerja sama dengan salah satu lembaga survei yang sudah terdaftar di KPU DKI Jakarta yaitu Grup Riset Potensial (GRP) untuk mengeluarkan real count. Dan untuk bidang hukum, gerakan kaum hawa ini menggandeng Advokat Cinta Tanah Air (ACTA).

GMMP pertama kali diluncurkan pada 3 Februari 2017 di Matraman, Jakarta Timur. [AF]

Baca Juga

Untuk Pertama Kali Muslimah Berjilbab Ikut Kontes Kecantikan Inggris

PIKIRANUMAT-Untuk pertama kalinya dalam sejarah Inggris, seorang peserta kompetisi ajang kecantikan mengenakan kerudung. Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *