Habib Rizieq Syihab menyampaikan ceramah di Masjid Pusdai Bandung, Senin sore (13/02/2017), usai diperiksa oleh Polda Jabar.

Habib Rizieq di DPO, Padahal Jelas Sedang di Tanah Suci

Jakarta (PIKIRANUMAT) – Penyebutan buron pada Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Syihab dinilai sangat tidak pantas. Sebab, sudah diketahui oleh semua apabila Habib Rizieq hingga kini masih melakukan ibadah di Tanah Suci.

Pernyataan itu disampaikan oleh anggota kuasa hukum Habib Rizieq, Kapitra Ampera, menanggapi surat perintah penangkapan yang baru saja dirilis Kepolisian.

Kata Kapitra, Habib Rizieq selama ini bukan melarikan diri dan menghindar dari kasus hukum. Informasi kepergian Rizieq ke Tanah Suci. bahkan sudah jauh-jauh hari disampaikan sebelum penetapan tersangka dikeluarkan polisi.

“Saya garis bawahi, Habib Rizieq tidak pantas masuk DPO (daftar pencarian orang). Waktu dia berstatus sebagai saksi, kan kita sudah sampaikan dia sedang ibadah,” kata Kapitra kepada tvOne, Rabu (31/05/2017), seperti dilansir Viva.co.id.

Langkah penetapan tersangka terhadap Imam Besar FPI itu juga dianggap syarat kejanggalan. Apalagi, alat bukti yang dijadikan pegangan polisi didapat secara ilegal, dari beberapa situs seperti baladacintarizieq.com. Terlebih, kasus ini masuk dalam ranah privat dan tak dapat dipidana.

“Kekuatan hukumnya harus pasti, orang disebut melakukan tindak pidana sesuai alat bukti hukum yang sah. Sementara, situs itu seperti menyadap dengan ilegal, tentu tidak sah di mata hukum menurut konstitusi. Lalu, bagaimana subtsansi alat hukumnya melakukan kejahatan tidak berdasarkan kepada hukum,” katanya.

Tak heran, kata dia, bila kemudian sebagian masyarakat menilai langkah polisi dalam kasus ini kental dengan kepentingan politik, serta tak memenuhi rasa keadilan di tengah masyarakat, karena seakan memaksakan kehendak.

“Sementara, si penyebar konten pornografi hingga kini belum kunjung ditangkap polisi,” ujarnya.

Sebelumnya, Kabidkum Polda Metro Jaya, Kombes Pol Agus Rahmat mengklaim, polisi sejauh ini sudah melakukan semua prosedur hukum, terkait kasus yang menjerat Habib Rizieq Shihab. Apalagi, alat bukti yang dipegang juga dianggap sudah kuat.

Agus mengklaim, polisi bahkan sudah mengantongi tiga alat bukti untuk menjerat Ketua Dewan Pembina GNPF-MUI tersebut.

“Ada tiga alat bukti yang sudah dikantongi. Pertama, berdasarkan keterangan 11 saksi. Kedua,  keterangan ahli sebanyak 13 orang, dan alat bukti pesan elektronik percakapan tersebut (ketiga),” kata Agus kepada tvOne, Rabu (31/05).

Ia menambahkan, usai penetapan Habib Rizieq sebagai tersangka, polisi juga sudah melakukan beberapa upaya tindak lanjut berupa pencarian.

Langkah ini, klaim dia, merupakan prosedur penangkapan polisi terhadap tersangka. Penyidik juga sudah melakukan koordinasi dengan imigrasi dan didapati informasi Habib Rizieq sudah meninggalkan Tanah Air sejak 26 April lalu.

“Status DPO (Daftar Pencarian Orang) keluar, karena dari informasi yang didapat hasil koordinasi dengan imigrasi, beliau tidak di Tanah Air sejak 26 April. Kami juga sudah coba sambangi rumah yang bersangkutan, namun tak ada,” kata Agus. [FR/VIVA.CO.ID]

Baca Juga

Polisi Perpanjang Penahanan Ustaz Al Khaththath

Jakarta (PIKIRANUMAT) – Kepolisian Daerah Metro Jaya memperpanjang masa penahanan Sekjen Forum Umat Islam (FUI) …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *