Peserta Reuni Akbar Pejuang 212 mendengarkan pidato HRS.

Habib Rizieq Syihab: Jangan Pilih Capres, Caleg, Partai Pendukung Penista Agama

Jakarta (PIKIRAN UMAT) – Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Muhammad Rizieq Syihab (HRS) menyampaikan rekaman pidato yang disiarkan panitia dalam Reuni Akbar Pejuang 212 di Lapangan Monas, Jakarta, Ahad 2 Desember 2018.

Sebelum pidato mengenai Reuni Akbar 212, panitia memutar kembali khotbah Jumat yang disampaikan Habib Rizieq dalam Aksi Super Damai 2 Desember 2016 lalu.

Dikatakan Habib Rizieq, Aksi 212 lahir dari pertarungan ideologi. Pertarungan antara ayat suci dan ayat propaganda. Dan perlu ditanamkan kepada setiap umat, ayat suci berada di atas ayat konstitusi.

“Tanamkan dalam hati, ayat suci merupakan wahyu ilahi, tidak boleh direvisi apalagi diganti,” kata HRS.

Jika ada ayat konstitusi bertentangan dengan ayat suci, maka ayat konstitusi itu wajib diganti agar sejalan dengan ayat suci.

Menurut Habib Rizieq, penegakan ayat suci di Indonesia, bukan saja perintah agama, tetapi juga perintah konstitusi dan UUD 45 serta Pancasila. Sebab, para pendiri negara telah menyatakan bahwa ayat pertama dari dasar negara Pancasila adalah Ketuhanan Yang Maha Esa.

“Artinya negara Indonesia berlandaskan ayat suci. Ideologi dan falsafah negara kita menjunjung tinggi Ketuhanan Yang Maha Esa seperti yang tertera di Pancasila,” ujarnya.

Negara Indonesia adalah negara tauhid yang melindungi seluruh agama dan menjamin pelaksanaan agama lainnya tanpa ada paksaan. Dengan itu, negara Indonesia adalah negara beragama, negara bertauhid, bukan negara sekuler dan negara komunis.

“Agama apapun tidak boleh dinista dan dinodai. Apalagi agama Islam yang merupakan rahmatan lil alamin,” tegasnya.

Saat ini kata Habib Rizieq, orang yang disukai rezim akan bebas melakukan hal tertentu di Indonesia dan sebaliknya, orang yang tidak disukai rezim akan dikerjai.

Selain itu, ekonomi Indonesia saat ini dikuasai golongan tertentu saja, termask konglomerat hitam sehingga banyak masyarakat yang sengsara dan belum sejahtera.

“Narkoba dan prostitusi marak terjadi. Untuk itu, kita wajib melakukan perubahan ke arah yang lebih baik. Jika kita sudah memohon kepada Allah SWT, maka kita wajib berusaha melakukan perubahan itu,” ujarnya.

Pintu perubahan itu pun sudah semakin dekat, dan jangan disia-siakan. HRS meminta umat bergandengan tangan melakukan perubahan itu.

“Ayo di Pipres dan Pileg 2019 kita wajib berjuang bersama untuk perubahan,” jelasnya seraya mengulang kalimat ini beberapa kali.

Habib Rizieq mengingatkan dan meminta umat Islam dalam Pilpres 2019 mendatang memilih Capres hasil Ijtima Ulama.

Menurutnya, haram memilih partai-partai dan capres dan caleg yang mendukung penista agama, partai anti syariat, partai anti pancasila, dan partai anti kebhinnekaan.

“Pilihlah capres hasil ijtima ulama. Pilihlah caleg koalisi keumatan yang siap bela ulama dan Islam. Dan jangan pilih capres, caleg dan partai yang mendukung penista agama,” ujar Habib Rizieq berulangkali dalam video yang ditayangkan di hadapan massa itu. [MS]

BACA JUGA!

Safari Hapus Tato Gratis IMS di Kaltim Berakhir

Bontang (PIKIRAN UMAT) – Setelah hampir dua pekan di Kalimantan Timur, program Roadshow Hapus Tato …