Rabu , 26 September 2018

Ini Rahasia Berat Badan Tetap Stabil Usai Lebaran

Pikiran Umat – Lebaran merupakan hari kemenangan setelah sebulan kita menjalani ibadah puasa. Di Hari Raya, lazimnya setiap keluarga menyajikan menu khas Lebaran, seperti opor ayam, rendang daging, semur daging, sayur labu siam, sambal goreng ati, dan masakan lezat lainnya. Hal ini tentu menggugah selera makan kita.

Tak dapat dipungkiri, memang sulit menahan diri untuk tidak makan banyak saat Lebaran. Menu-menu khas Hari Raya, dengan kue Lebaran, ditambah lagi dengan minuman segar tentu membuat kita ingin makan lebih banyak. Terlebih, makan dengan ditemani banyak sanak saudara membuat suasana makan menjadi lebih menyenangkan.

Untuk tetap menjaga berat badan agar tidak naik setelah Lebaran, kuncinya adalah kalori yang masuk ke tubuh sama dengan kalori yang dikeluarkan. Kita bisa mengikuti tips berikut ini untuk mencegah berat badan naik setelah Lebaran.

Kenali Rasa Kenyang dan Makan Secukupnya

Sebagaimana dianjurkan oleh Nabi Saw, berhentilah makan sebelum merasa kenyang. Jangan membuat diri terlalu penuh. Sebab hal ini akan membuat kita menjadi malas bergerak. Sebaiknya, makan dengan kesadaran penuh dan tanpa gangguan, agar kita bisa merasakan makanan yang masuk ke dalam tubuh.

Penelitian menunjukkan, bahwa orang yang makan sambil melakukan hal lain cenderung akan makan berlebihan. Karena mereka kurang mampu mengetahui kapan tubuh memberi sinyal kenyang. Sebaliknya, makan dengan perlahan dan tanpa gangguan dapat membantu kita mengenali rasa kenyang lebih baik, sehingga dapat mengonsumsi kalori lebih sedikit.

Kenali juga rasa lapar dengan baik. Pastikan kita benar-benar lapar bukan hanya lapar palsu, sebelum mengambil makanan. Coba minum satu gelas air terlebih dahulu dan tunggu setidaknya 20 menit untuk mengetahui kita benar-benar lapar atau tidak.

Jaga Pola Makan

Meski dalam momen Hari Raya, bukan berarti kita bisa sangat bebas untuk makan apa saja yang diinginkan. Sebaiknya tetap perhatikan frekuensi dan porsi makan, jangan terlalu berlebihan. Kita bisa gunakan piring kecil untuk membatasi porsi makan.

Perhatikan juga jenis makanan yang dimakan. Saat Lebaran, kita cenderung lebih banyak mengonsumsi makanan berlemak dibandingkan makanan berserat. Sebaiknya, seimbangkan jenis makanan yang dimakan. Jangan lupa untuk banyak makan sayur dan buah di hari Lebaran, karena serat yang terkandung di dalamnya dapat mencegah dari kenaikan berat badan.

Tak hanya makanan berat, perhatikan juga makanan ringan dan minuman yang dikonsumsi saat Lebaran. Kue-kue khas Lebaran yang manis dan sirup yang juga manis saat Lebaran, tanpa kita sadari dapat menyumbang kalori lebih ke dalam tubuh. Biasanya kita tidak memerhatikan sudah berapa kue yang Anda dimakan dan sudah berapa gelas sirup yang diminum.

Tidur Cukup, Kontrol Stres, dan Tetap Berolahraga

Kurang tidur dapat menyebabkan kenaikan berat badan. Hal ini karena orang yang kurang tidur cenderung mengonsumsi lebih banyak kalori dan kurang aktivitas fisik. Sehingga, penting bagi kita untuk tetap mendapatkan tidur yang cukup selama hari Lebaran dan libur Lebaran.

Kurang tidur juga dapat menyebabkan stres, yang kemudian mengakibatkan berat badan naik. Sebaiknya lakukan hal menyenangkan untuk menghindari stres saat hari libur. Ada banyak hal yang bisa kita lakukan untuk mengurangi stres, salah satunya adalah olahraga.

Selain untuk mencegah stres, olahraga di hari libur Lebaran juga dilakukan untuk mengimbangi kalori yang masuk ke dalam tubuh, sehingga berat badan lebih bisa terkontrol. Hanya bersantai-santai di rumah, menonton televisi sambil ngemil kue Lebaran, tentu dapat membuat berat badan naik setelah Lebaran. (NP)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *