Iringan Doa Ulama Aceh Hingga Papua Lepas Bantuan ACT untuk Suriah

Banda Aceh (Pikiran Umat) – Dengan diiringi doa dari sejumlah ulama serta puluhan ribu jamaah, konvoi bantuan beras Kapal kemanusiaan 1000 ton untuk Suriah akhirnya dilepas dari masjid Baiturrahman Banda Aceh, Ahad (15/4/2018).

Presiden Aksi Cepat Tanggap (ACT), Ahyudin mengatakan, Indonesia adalah bangsa yang besar, bantuan ini membuktikan hal tersebut.

“Langit hadir membersamai kita, jadi saksi keberpihakan kita. Insya Allah segala kebaikan warga aceh akan berbuah kebaikan kepada warga Aceh sendiri,” ujarnya.

Dalam acara tersebut sejumlah ulama besar Indonesia dari Aceh hingga Papua hadir memberi tausiyah, diantaranya ulama asal Arab Saudi yang kini sudah menjadi warga negara Indonesia, Syech Ali Jabeer, tokoh ulama Aceh Tgk Haji Nuruzzahri, Tengku HM Yusuf A Wahab (ulama Aceh), Tengku H Faisal Ali (Wakil Majelis Permusyawatan Ulama Aceh), ustadz Heriwibowo, Lc (ulama Jakarta), dan Ustadz Fadlan Garamatan (ulama Papua).

Puncak acara ialah doa yang mengiringi pelepasan konvoi 40 kontainer menuju pelabuhan Belawan Medan oleh Walikota Banda Aceh, Aminullah, ibu Gubernur Nangroe Aceh Darussalam dan Presiden ACT, Ahyudin serta para ulama dan ribuan masyarakat Aceh.

Kapal kemanusiaan sendiri akan layarkan pada 21 April mendatang dari pelabuhan Belawan Medan.

“Insya Allah dikirimkan ke masyarakat Suriah melalui Turki. 12,5 juta jiwa menjadi pengungsi, lebih dari 5 juta jiwa diantaranya berada di Turki. Kita akan membersamai Turki dalam membantu para pengungsi Suriah, ” tandas Presiden ACT, Ahyudin.

Ia berharap semoga dengan bantuan ini Allah akan menjauhkan rakyat Aceh dari musibah dan marabahaya.

Ustadz Fadlan, ulama asal Papua menilai apa yang dilakukan masyarakat Aceh telah membuktikan pesan-pesan Allah.

“Mengantarkan makanan terbaik untuk masyarakat Suriah yang tengah ditimpa bencana dan musibah. Mengamalkan apa yang dilakukan Khalifah Umar bin Khattab,” ungkapnya.

Sementara Syekh Ali Jabeer, ulama asal Saudi Arabia mengungkapkan kebahagiaannya bisa ikut mengiringi keberangkatan kapal kemanusiaan 1000 ton beras ini ke rakyat Suriah yang sedang ditimpa kemalangan.

“Bantuan 1000 ton dari Aceh ini akan menjadi awal kemakmuran Aceh, bahkan kemakmuran bangsa Indonesia. Turki bisa makmur karena sedekahnya kepada para pengungsi Suriah, Aceh juga akan mengalami hal yang sama usai mengirimkan bantuan 1000 ton ini,” imbuh ulama kelahiran kota suci Madinah tersebut disambut ucapan ‘amiin’ dan takbir dari ribuan jamaah yang hadir.

Menjelang Maghrib, Tabliq Akbar ditutup dengan pelepasan iringan kontainer kapal Kemanusiaan disaksikan ribuan jamaah anak-anak dan dewasa sambil mengibarkan bendera merah putih dan bendera Turki. Mereka tampak antusias melepas bantuan rakyat Aceh menuju bumi Syam. (NP)

Baca Juga

Kisah Pilu, Saat Dua Bayi Kembar Suriah Meninggal Akibat Senjata Kimia

Damaskus (PIKIRAN UMAT) – Betapa pilu hati Abdel Hameed Alyousef, saat menggendong Aya dan Ahmed, …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *