Jalan Tol Versus Jalan Pikiran

Beginilah potret negara berasas demokrasi dengan potret pemimpin yang gemar pamrih. Berani mengklaim ini sebagai sebuah prestasi yang membanggakan, tetapi hakikatnya adalah sebuah kebijakan yang tak mampu menyelesaikan permasalahan rakyat pada akarnya.

Sebagai pemimpin bijak seharusnya yang pertama kali dibenahi adalah jalan pikiran. Akal sehat yang diprioritaskan untuk dapat digunakan dalam menelaah semua kekarut-marutan Indonesia. Dalam bidang ekonomi yang masih belum mencapai posisi sejahtera. Dalam aspek sosial yang masih dikotori dengan tindakan prostitusi. Pun dalam bidang hukum yang masih saja dirasakan tumpul ke atas dan tajam ke bawah.

Jika saja penguasa negeri ini mau kembali kepada Islam sebagai agama juga sebagai pandangan hidup manusia dan berani membuang jauh demokrasi. Niscaya keberkahan akan turun dari langit dan meluap dari bumi. Karena sesungguhnya Allah menganugerahi akal untuk dapat menentukan jalan pikiran yang sahih dan mencampakkan yang salah.

Dengan penerapan Islam secara komprehensif, Indonesia dan negeri-negeri Muslim lainnya akan terbebas dari belenggu kenestapaan akibat diterapkannya hukum buatan manusia. Tidakkah kita ingin hidup mulia di bawah syariat Sang Pencipta?. Wallahu’alam bishowab.

Ammylia Rostikasari, S.S.
(Komunitas Penulis Bela Islam)

BACA JUGA!

FPI dalam Sorotan, Akankah Ada Keadilan?

20 Juni 2019 adalah tanggal habisnya masa SKT (Surat Keterangan Terdaftar) milik FPI (Front Pembela …