Kampanye Prabowo di Stadion Sriwedari, Solo.

Jokowi: Babak Akhir, Babak Belur

Tiba-tiba saja ‘rakyat Jokowi’ yang disurvei 57% oleh LSI Denny JA, meninggalkan presiden yang dulu dirasakan ‘legendaris’ itu. Presiden yang kelihatan merakyat. Presiden yang kelihatan bersahaja.

Apa yang salah? Mengapa dibabak-babak akhir kampanye ini, Jokowi babak belur?

Di mana-mana kampanye beliau lengang. Kosong. Tidak ada peminat. Kecuali di beberapa lokasi. Lumayan ramai. Itu pun dibantu oleh pengerahan pegawai negeri, pegawai BUMN, dan warga giringan.

Hari ini, saat ini, Jokowi ke Sukabumi. Anak-anak SD dikerahkan untuk menyambut beliau di pinggir jalan.

Jokowi tak jadi turun ke Padang, kemarin (10/4/19), karena boleh dikatakan tidak ada orang yang datang. Sepi. Wamen Archandra Thahar yang dikirim untuk menghadapi ‘kesepian’ itu. Sangat memilukan hati.

Bahkan di kampung halaman Pak Jokowi sendiri, Solo, beliau diboikot. Kampanye terbuka di kota ini (10/4/19) kabarnya tidak boleh ada ‘drone’ yang biasanya dipakai mengambil foto aerial (dari udara). Hampir pasti larangan ini disebabkan sensitivitas jumlah massa yang ada di lapangan.

Hari sebelumnya, 9/4/19, Jokowi bertandang ke Karawang di pagi hari dan kemudian ke Bandung. Juga bernasib sama. Lesu peminat. Warga Ciracas pun ikut memboikot kampanye Pak Jokowi.

Inikah kampanye gagal? Inikah pertanda kekalahan? Akan adakah ‘emergency exit’ untuk Pak Jokowi?

Dalam tradisi kampanye pemilu di mana pun, hari-hari terakhir menjelang hari pencoblosan selalu menjadi barometer dan argometer. Kecenderungan di bilik suara bisa ditebak dari kampanye di babak-babak akhir itu.

Dengan demikian, kampanye Jokowi yang sepi dan lesu di ronde-ronde penutup akan ditafsirkan sebagai konsensus umum bahwa publik menolak keras argumentasi petahana. Publik memberikan isyarat bahwa seluruh gagasan Jokowi tidak diterima.

BACA JUGA!

H-1 Pilpres, Prabowo Resmikan Masjid Nurul Wathan di Hambalang

Bogor (PIKIRAN UMAT) – Sehari sebelum pelaksanaan Pemilu serentak 2019, Capres 02 Prabowo Subianto meresmikan …