Rabu , 17 Oktober 2018
Breaking News
Presiden Jokowi bersalaman dengan Ketum MUI KH Ma'ruf Amin pada peringatan Satu Windu Surat Berharga Syariah Bernegara di Istana Negara, Jumat (23/12).

Jokowi Ingin Indonesia Jadi Pusat Keuangan Syariah Dunia

Jakarta (PIKIRAN UMAT) – Indonesia adalah negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia. Karena itu sangat wajar jika Indonesia menjadi pusat keuangan syariah internasional.

“Karena memang potensi pasarnya kita terbesar di dunia dengan penduduk muslimnya. Kenapa ini tidak menjadi fokus dan perhatian kita. Ini akan menjadi trigger kepada pertumbuhan ekonomi di negara kita,” kata Presiden Joko Widodo saat berikan sambutan dalam acara Satu Windu Surat Berharga Syariah Bernegara (SBSN) di Istana Negara, Jakarta, Jumat (23/12).

Menurut Jokowi, Indonesia juga patut berbangga karena saat ini tercatat sebagai penerbit sukuk negara terbesar di dunia. Hal tersebut membuktikan bahwa potensi keuangan syariah di Indonesia sangat menjanjikan.

“Sampai dengan 30 November 2016, penerbitan SBSN kita di pasar internasional telah mencapai USD10,15 milyar dengan outstanding sebesar USD 9,5 miliar. Artinya, instrumen keuangan berbasis syariah di Indonesia memiliki potensi yang sangat besar dan berperan penting dalam kegiatan pembangunan nasional serta peningkatan kesejahteraan seluruh rakyat Indonesia,” ujarnya.

Meski demikian, Jokowi mengingatkan bahwa keberhasilan sukuk negara bukan terletak pada seberapa banyak dana yang berhasil dihimpun. Menurutnya, keberhasilan tersebut harus diukur dari seberapa besar manfaat yang dapat dihasilkannya.

“Selama 2015 dan 2016, sebanyak Rp20,8 triliun dari sukuk negara sudah digunakan untuk membiayai berbagai proyek yang memberi manfaat bagi rakyat banyak. Pembangunan jalur kereta api, pembangunan jembatan, dan pembangunan jalan, dananya dari sukuk yang tadi. Kemudian juga pembangunan gedung, sarana, dan fasilitas Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) serta pembangunan dan rehabilitasi berbagai gedung di balai nikah dan juga yang dipakai untuk manasik haji,” terangnya.

Meski demikian, potensi tersebut tak hanya terbatas pada sektor keuangan syariah semata. Presiden menyebut bahwa Indonesia juga memiliki potensi-potensi syariah dalam bidang lainnya.

“Bukan hanya yang berkaitan dengan keuangan syariah, bank syariah, dan asuransi syariah. Saya kira banyak hal lain yang bisa kita kembangkan seperti wisata syariah, restoran halal, dan industri syariah,” ujarnya.

Jokowi mengucapkan terima kasih atas peranan seluruh pihak yang bersama pemerintah mendukung dan terus mengembangkan sukuk negara. Ia berharap, ke depan sukuk negara menjadi semakin berperan dalam upaya pemerintah menyejahterakan rakyat.

“Dengan gotong royong, insya Allah sukuk negara, surat berharga syariah negara akan makin besar peranannya dalam mensejahterakan rakyat kita, Indonesia,” harap Presiden. [FR]

Baca Juga

Marak Penjarahan di Palu, Jokowi: Jangan Permasalahkan Hal Kecil

Jakarta (PIKIRANUMAT)-Presiden Joko Widodo (Jokowi) menanggapi kabar maraknya penjarahan di sejumlah toko di Palu pascabencana …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *