Kampus Harus Terbuka sebagai Tempat Diskursus

Yogyakarta (PIKIRAN UMAT)-Sebagai pusat pemikiran kampus harus terbuka menjadi sarana diskursus, memberi ruang kebebasan berpikir dan berpendapat.

Dari diskursus pemikiran yang bebas itu akan lahir ide ide terbaik yang berguna untuk menyelesaikan berbagai persoalan bangsa.

Ketua Institut Harkat Negeri (IHN) Sudirman Said mengungkapkan hal itu, Kamis (15/11) di Yogyakarta. Sudirman mengatakan hal itu menanggapi pemberitaan yang membandingkan sikap Universitas Gadjah Mada (UGM) terhadap dirinya dan politisi lain.

“Kita hormati sikap Pimpinan UGM, beliau-beliau pasti memiliki pertimbangan dan wisdom dalam memutuskan apapun” kata dia.

Lebih lanjut Sudirman mengatakab, dirinya dan masyarakat pasti berharap agar seluruh kampus mampu menjaga marwahnya, sebagai pusat pemikiran dan peradaban yang dapat diandalkan.

“Bila kampus mulai partisan, risikonnya kehilangan kesempatan menyerap keragaman gagasan dan perspektif,” lanjut dia.

Menurut dia, lembaga pendidikan pada setiap level adalah instrumen negara untuk mencerdaskan bangsanya. Negara akan hidup selamanya, sedangkan pemerintahan akan mengikuti siklus demokrasi, silih berganti.

Jadi, tegas dia, alangkah ruginya bila lembaga pendidikan harus berpihak pada satu atau dua periode pemerintahan, dengan mengabaikan fungsi luhurnya yang lestari, yaitu menjaga kepentingan negara dan bangsa.

Sudirman menambahkan, ada banyak lembaga yang harus dijaga netralitasnya dalam situasi apapun. Misalnya Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Kepolisian Negara Republik Indonesia, Aparat Sipil Negara (ASN), dan Badan Intelejen Negara (BIN). Kata Negara yang disematkan pada lembaga-lembaga itu menunjukkan bahwa lembaga itu memiliki fungsi luhur menjaga kepentingan negara keseluruhan.

“Karenanya lembaga negara tidak boleh berpihak pada satu warna politik tertentu,” pungkas dia. (MS)

BACA JUGA!

Safari Hapus Tato Gratis IMS di Kaltim Berakhir

Bontang (PIKIRAN UMAT) – Setelah hampir dua pekan di Kalimantan Timur, program Roadshow Hapus Tato …