ilustrasi

Kapitalis Monster Sejati

Seperti aliran air, dimana ada celah lebih rendah pasti akan mengalir. Dibendung sekalipun, maka ia akan menguap menjadi butiran gas menerobos jauh ke segala penjuru. Begitulah gambaran dakwah Islam. Dakwah yang memperjuangkan Islam kaffah alamiah semakin tersebar luas tanpa terkendali. Semua atas izin sang pemilik kehidupan, Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

Pernyataan salah satu petinggi partai pro penguasa menuding bahwa kelompok yang menginginkan khilafah dan mengubah Pancasila saat ini berkumpul semua di kubu lawan adalah kebohongan besar. Karena sejatinya mereka hanya menyampaikan ajaran Islam, tidak ada hubunganya denhan kekuatan paslon. Hal ini cukup menjadi bukti ketakutan rezim terhadap kelompok dakwah yang berupaya untuk menyampaikan ajaran Islam kaffah kembali. Bahwasanya mereka akan berupaya untuk menutup rapat celah kemunculan ide-ide Islam. Jelas musuh berbahaya bagi kekuasaan mereka yang dibesarkan dengan kapitalis sekuler.

Kapitalis sekular telah menjadi monster sejati. Rakyat semakin terpuruk, miskin, terbelakang, terlilit utang, penuh konflik politik dan sosial. Berbagai upaya dilakukan, salah satunya kerja sama dengan swasta asing. Program restrukturisasi ekonomi, proses demokratisasi, dan proses sekularisasi seluruh aspek kehidupan dijalankan atas nama solusi krisis. Namun, alih-alih memecahkan masalah, solusi ala ideologi Barat itu menimbulkan problematika baru yang lebih kompleks.

Sungguh menyedihkan ironi di negeri mayoritas muslim. Yang kaya semakin kaya, yang miskin justru semakin miskin, kualitas sumberdaya manusia relatif rendah, lemah, demikian pula kualitas kesehatannya. Sementara sebagian kecil orang-orang kafir asing maupun domestik hidup di negeri-negeri Islam dengan sejahtera bahkan serba mewah ditopang oleh sistem pembangunan ekonomi kapitalis arahan penjajah. Mereka para kapitalis itulah yang hidup bergelimang kemewahan di atas penderitaan kaum muslimin.

Solusi praktis mengatasi permasalahan adalah hutang. Walhasil jerat hutang pinjaman luar negeri semakin menggunung. Sehingga sangat mustahil untuk memberikan pelunasan. Balas jasa penggantinya adalah sejumlah proyek penghadangan dakwah Islam dalam berbagai wujudnya, salah satu contohnya adalah monsterisasi ajaran Islam (Khilafah)

Semua problematika umat di atas lahir dari pencampakan hukum Allah SWT Dzat Maha Tahu diganti dengan penerapan hukum buatan manusia yang serba lemah. Hasilnya munculnya problematika tadi akibat akar persoalan tak diselesaikan dengan benar. Jadi, seluruh problematika tersebut hanyalah cabang dari problematika utama, yaitu mengembalikan hukum Allah SWT sebagai pemutus segala persoalan hidup umat manusia dalam kehidupan bernegara dan bermasyarakat. Itulah simpul segala problema yang melanda kaum muslimin. Sebab seluruh syariat Allah SWT merupakan obat atas berbagai penyakit yang diderita umat ini.

Firman Allah SWT: “Dan hendaklah kamu memutuskan perkara di antara mereka menurut apa yang diturunkan Allah, dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka. Dan berhati-hatilah kamu terhadap mereka, supaya mereka tidak memalingkan kamu dari sebahagian apa yang telah diturunkan Allah kepadamu“. (QS. Al Maidah 49)

Ayat-ayat tersebut merintahkan kaum muslimin untuk menerapkan hukum-hukum Allah SWT dalam segala bidang, aqidah dan syariah, baik persoalan pribadi, keluarga, dan masyarakat. Demikian pula sistem sosial, politik, ekonomi, dan budaya semuanya diperintahkan Allah SWT untuk diatur dengan aturan Islam. Hal ini terlaksana hanya dengan adanya kekuasaan Islam kaffah dalam bingkai negara (Daulah). Wallahu’alam bi showab.

Silvi Rochmayanti
(Member Pena Muslimah, Bogor)

BACA JUGA!

Menabur Benih Perdamaian

“Saya belum pernah melihat gambar yang mengerikan dalam hidup saya daripada yang saya lihat kemarin. …