Prof Istibsyaroh (duduk), bersama delegasi sejumlah Muslim Indonesia bertemu Presiden Israel, Reuven Rivlin, Rabu (18/01) lalu. (Twitter / @PresidentRuvi)

Ketua Komisi I DPR: Indonesia Tetap Dukung Kemerdekaan Palestina

Jakarta (PIKIRAN UMAT) – Ketua Komisi I DPR RI Abdul Kharis Almasyhari mengingatkan agar jangan sampai kunjungan Prof Istibsyaroh ke Israel merusak kebijakan politik luar negeri Indonesia. Istibsyaroh saat ini tercatat sebagai Ketua Komisi Perempuan, Remaja, dan Keluarga MUI Pusat.

“Indonesia tetap mendukung kemerdekaan Palestina secara berdaulat serta tetap melaksanakan boikot terhadap kebijakan atau produk Israel, seperti keputusan pada KTT Luar Biasa OKI di Jakarta, Maret 2016,” kata Abdul Kharis Almasyhari, melalui telepon selulernya, di Jakarta, Jumat (20/01) seperti dikutip ANTARA.

Menurut Abdul Kharis, kebijakan politik luar negeri Indonesia tetap mendukung kemerdekaan Palestina
secara berdaulat, sesuai keputusan KTT-LB OKI di Jakarta, pada Maret 2016.

Pada KTT LB OKI tersebut, menurut dia, memutuskan mengesahkan 23 poin Deklarasi Jakarta, sebagai
langkah konkret dari Resolusi KTT-LB OKI ke-5 tentang Palestina dan Al Quds Al Sharif.

Berdasarkan poin pada deklarasi hasil KTT-LB OKI tersebut, kata dia, Indonesia tetap melaksanakan boikot terhadap kebijakan atau produk Israel.

“Keputusan itu dapat berubah, jika Israel mengubah perilakunya terhadap Palestina, mengakui kemerdekaan Palestina dan mengembalikan wilayah yang sudah dirampas,” katanya.

Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini menegaskan, kunjungan yang dilakukan oleh salah satu anggota Komisi Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga MUI Pusat itu perlu diambil tindakan oleh pimpinan MUI.

“Sebagai umat Islam, saya tegas menyatakan aneh dan sangat disayangkan. Saya tidak habis pikir, karena Israel jelas Israel memusuhi Islam, malah ada pengurus MUI yang nota bene merupakan panutan umat Islam, malah ke Israel,” katanya. [AF/Antara]

Baca Juga

KNRP Salurkan Rp 6 Miliar untuk Palestina

Jakarta (Pikiran Umat) – Dalam program Musim Dingin 2018, Komite Nasional untuk Rakyat Palestina (KNRP) …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *